Fokus ke Mirrorless, Canon Pangkas Produksi Kamera DSLR

Canon

Selular.ID – Canon telah pastikan bahwa Canon’s EOS-1D X Mark III, menjadi rilisan produk DSLR terakhir mereka, hal ini didasarkan oleh keputusan mereka untuk lebih fokus kembangkan produk Mirrorless kedepannya.

Tujuan Canon memindahkan lini produknya ke kamera mirrorless, karena alasan untuk menyambut masa depan, yang karakter dari penggunanya menginginkan kualitas gambar dan fleksibilitas namun memiliki lensa lebih dari yang ditawarkan smartphone. Saat ini juga persaingan kamera mirrorless semakin padat.

Baca Juga: EOS R3 Kamera Flagship Mirrorless Full-frame dari Canon, Ini Harganya

Mengutip dari CNet, Chairman dan CEO Canon, Fujio Mitara mengumumkan dalam surat kabar Jepang, Yomiuri Shimbun YM Cinema Magazine. Pemilihan kamera mirrorless interchangeable-lens kelas atas karenan produk tersebut telah mengambil pangsa pasar kamera digital single-lens reflex DSLR sudah mempengaruhi banyak industri fotografi dan film dunia.

Meskipun langkah Canon mungkin tidak mengejutkan, ini adalah momen penting dalam transisi teknologi yang membawa revolusi kamera selangkah lebih jauh dari masa era perfilman. Dalam artikel tersebut juga telah memperkenalkan kamera mirrorless seperti Canon EOS R3 untuk menyambut masa depan teknologi kamera.

EOS R3 pada awal Desember lalu diboyong ke Indonesia oleh Datascrip, dan flagship Canon itu dibandrol sekitar Rp 117 juta. Mirrorless flagship dari Canon saat dilengkapi berbagai fitur andalan seperti Eye Control, Vehicle Priority AF, continuous shooting 30 fps, sampai perekaman RAW 6K.

Laporan dari Monica Aryasetiawan, Canon Business Unit Director pt. Datascrip, Canon terus mengembangkan EOS iTR (Intelligent Tracking & Recognition) AF X dengan teknologi deep-learning. Selain fitur Eye Detection AF dan Animal Detection AF, EOS R3 memiliki fitur baru yang sangat didambakan para penggemar fotografi aksi cepat otomotif yaitu Vehicle Priority AF.

Baca Juga: Dua Lensa Tele Canon Ditopang Dengan Tiga Mode IS

Perlu diketahui, Canon memperkuat pengaruh era filmnya dengan jajaran kamera EOS dari Digital Single Lens Reflex  (DSLR), yang menggunakan cermin “refleks” untuk memantulkan cahaya ke jendela bidik saat menyusun foto. Cermin berayun keluar saat tiba waktunya untuk mengekspos film, atau di era digital, chip sensor gambar.