Ternyata Telegram Kualitas Keamanan Privasinya Buruk!

Telegram

Selular.ID – Telegram sebagai aplikasi layanan pengirim pesan instan multiplatform, yang memiliki fitur yang lebih lengkap, namun belakangan ini ternyata Aplikasi berwarna biru ini memiliki keamanan yang rendah.

Namun hal ini diungkap oleh salah satu pendiri aplikasi Signal yaitu Moxie Marlinspike, yang membukakan mata orang-orang yang menganggap Telegram sebagai aplikasi pesana online dengan fitur yang lengkap dan yang menawarkan privasi dan keamanan tingkat tinggi kepada penggunanya.

Karena menurut Marlin, dalam cuitannya di Twitter bahwa membahas terkait keamanan dan privasi, Telegram menjadi salah satu pilihan buruk. Ia bahkan bingung kenapa banyak orang yang masih menyebut Telegram sebagai aplikasi yang memberi layanan enkripsi penuh.

Baca Juga:Cara Mentransfer Obrolan WhatsApp dari iPhone ke Android

“Heran bagiku bahwa sampai saat ini hampir seluruh liputan di media masih menganggap Telegram sebagai aplikasi perpesanan yang terenkripsi,” tulis Marlin.

Berdasarkan cuitannya juga telah mengungkap beberapa kebenaran yang dilakukan oleh Telegram seperti, aplikasi pesan online tersebut menyimpan semua kontak, grup, media, dan setiap pesan yang pernah pengguna kirim atau terima dalam teks biasa di server mereka.

Baca Juga: Pembaruan Telegram hadirkan beberapa fitur Yang Akan Mengalahkan WhatsApp

Jadi seluruh data seperti percakapan para pengguna tetap disimpan di server Telegram sehingga pihak Telegram dapat melihat data tersebut. Jadi Kebingungannya adalah bahwa Telegram memungkinkan pengguna untuk membuat “obrolan rahasia” yang sangat terbatas (tanpa grup, sinkron, tanpa sinkronisasi).

Teknologi privasi sebenarnya bukan tentang mempercayai orang lain dengan data Anda. Karena pesan yang penggguna kirim seharusnya hanya dapat dilihat olehnya & penerima. Detail grup hanya boleh dilihat oleh anggota lainnya. Mencari kontak Anda seharusnya tidak mengungkapkannya kepada orang lain.

Baca Juga: Cara Aktifkan Panggilan Internasional Gratis WhatsApp

Tentunya hal ini cukup bertentangan dengan arti pesan terenkripsi yang sebenarnya, dimana seharusnya sistem enkripsi sendiri hanya memungkinkan pengirim dan penerima pesan untuk melihat pesan yang terkirim, dimana saat ini hal tersebut diterapkan oleh Signal hingga aplikasi lain seperti WhatsApp