spot_img
BerandaSelular CongressRangkaian Inovasi ZTE Dorong Pengembangan Jaringan 5G di Indonesia

Rangkaian Inovasi ZTE Dorong Pengembangan Jaringan 5G di Indonesia

-

Jakarta, Selular.ID – Penyelenggaraan jaringan generasi kelima atau 5G di Indonesia bukan melulu soal operator telekomunikasi saja. Namun juga melibatkan penyedia jaringan dan solusi telekomunikasi. Salah satunya ZTE.

ZTE berkomitmen untuk membangun jaringan digital yang ramah lingkungan, aman, dan cerdas. Untuk jaringan nirkabel, ZTE membantu operator dalam melakukan modernisasi jaringan yang efisien dan evolusi 5G melalui situs yang disederhanakan, berbagi spektrum dinamis tri-mode SuperDSS yang unik di industri, serta merilis produk FDD Massive MIMO generasi baru.

Bicara mengenai jaringan 5G, ZTE sendiri telah memulai penelitian terhadap teknologi ini sejak 2009. Di bulan November 2014, ZTE telah menggelar tes komersial pendahuluan pertama di dunia pada BTS Massive MIMO dan implementasi konsep pre 5G.

“ZTE pertama kali mengembangkan MIMO pada 2009, bahkan sebelum jaringan 5G tersedia. Dan sekarang generasi Massive MIMO kami menjadi kunci teknologi untuk efisiensi, kapasitas, dan mengurangi biaya pada jaringan 5G saat ini,” ujar Richard Liang, President Director ZTE Indonesia.

Dengan tiga keunggulan perusahaan, khususnya pengalaman pengiriman skala besar end-to-end, serangkaian solusi inovatif, dan kemampuan memberdayakan industri, ZTE dapat menghadirkan jaringan 5G SA yang unggul bagi para operator.

Sementara untuk jaringan kabel, ZTE telah memberikan pengalaman broadband yang sangat baik melalui seluruh jaringan optik. Di sisi akses optik, ZTE telah melayani 1/4 pelanggan FTTx di seluruh dunia dengan produk dan solusi yang mutakhir untuk memfasilitasi transformasi optik global.

Sebagaimana diketahui, teknologi fiber optik merupakan hal fundamental agar 5G bisa digunakan. Setidaknya, untuk stasiun dasar, operator membutuhkan fiber agar 5G dapat digunakan. Frekuensi tinggi (mmWave) cenderung mahal dan memiliki coverage area yang lebih kecil.

Selain itu, ZTE telah menyediakan solusi jaringan end-to-end yang ramah lingkungan untuk membantu operator dalam mencapai penghematan energi dan pengurangan emisi karbon, menghemat lebih dari 1,3 miliar kWh konsumsi daya setiap tahun untuk pelanggan globalnya.

Richard menekankan, 5G membawa potensi keuntungan bagi operator telekomunikasi. Potensi bisnis ini berasal dari jumlah subsciption dan peluang monetisasi.
“Operator memiliki potensi monetisasi 5G sebesar 1.830 juta Dollar AS pada 2025. Dan potensi subscription layanan 5G mencapai 117 juta langganan pada 2025,” tuturnya.

Banyak pihak menyebutkan, implementasi 5G di Indonesia untuk tahap awal, lebih tepat untuk kepentingan Business to Business (B2B). Selain dari sisi kebutuhan, jaringan 4G pun hingga saat ini masih bisa diandalkan konsumen atau pelanggan end user.

“Potensi incremental revenue di tahun 2025 sebesar 9-12 persen, terdiri dari consumer (6-9 persen) dan enterprise (18-22 persen),” imbuhnya.

Di sisi lain, Richard menyebut bahwa spektrum yang dialokasikan saat ini tidak cukup untuk mengoperasikan jaringan 5G secara optimal. Menurutnya, regulator perlu mempercepat ketersediaan spektrum terutama di 3,5GHz dan 700MHz.

Selain itu, peningkatan biaya jaringan untuk menambah infrastruktur 5G (seperti transport, power, dan sewa tower) juga menjadi tantangan bagi penyelenggara jaringan.

Oleh karena itu, perlu dukungan dari semua pemangku kepentingan dalam pemanfaatan teknologi 5G secara terintegrasi, untuk memastikan kemanfaatannya bagi masyarakat luas. ZTE berkomitmen menjadi promoter untuk Beyond 5G di Indonesia mulai dari 5G Remote Education, 5G Remote Medical Service, 5G Smart Port, 5G Smart Mining, 5G Intelligent Factory, 5G Smart Grid, dan layanan cerdas lainnya.

Kiprah ZTE dalam industri penyedia jaringan patut di apresiasi. Sebagai informasi, ZTE berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dalam program Selular Awards 2021 yang telah sukses digelar pada tanggal 7 Juli 2021.

Di ajang tersebut, ZTE sukses meraih penghargaan “Best 5G Innovation Technology” dan “Best Practice for 5G Network” dalam kategori Teknologi. Melalui penghargaan ini ZTE dianggap mampu mempertahankan konsistensi perusahaan dalam menghadirkan solusi dan produk inovatif serta dukungan dalam pengembangan 5G di Indonesia.

Hingga saat ini, ZTE telah bekerja sama dengan lebih dari 90 operator dan lebih dari 500 mitra di seluruh dunia untuk melakukan eksplorasi aplikasi 5G secara luas di lebih dari 15 bidang industri serta mengumpulkan berbagai kasus penggunaan aplikasi industri yang inovatif.

Artikel Terbaru