spot_img
BerandaHeadlineKupas Tuntas Potensi 5G di Tanah Air, Seperti Apa Peluang dan Tantangannya?

Kupas Tuntas Potensi 5G di Tanah Air, Seperti Apa Peluang dan Tantangannya?

-

Jakarta, Selular.ID – Sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku industri telekomunikasi di Tanah Air, Selular Media Network (SMN) menggelar ajang webinar Indonesia 5G Conference. Mengambil tema ‘Exploring 5G Opportunities In Diverse Industries’  diharapkan gelaranan ini dapat memetakan tantangan yang dihadapi para pemain, baik dari sisi teknologi, pasar, sekaligus mengeksplorasi beragam peluang yang muncul karena kehadiran 5G.

Sebagai catatan menarik, di era pandemi nyatanya turut mendorong tingkat adopsi 5G begitu cepat di Indonesia.  Sejarah mencatata,  Telkomsel pada awal 2021 membuka pintu gerbang 5G di Tanah Air, jejaknya disusul  Indosat Ooredoo dan juga XL Axiata. Dan tentu tak dipungkiri cepat atau lambat, operator lain seperti Smartfren misal bakal turut mengelar layanan jaringan super cepat tersebut.

Potensi 5G pun tentu sangat besar dan penuh manfaat bagi banyak industri, tidak hanya menguntungkan konsumen melalui tingkat kecepatan internet yang dihadirkan.

Namun melalui 5G yang memiliki tingkat latensi yang sangat rendah (kurang dari 1 mili second), berpotensi menciptakan peluang bagi bisnis model dan industri baru. Seperti manufaktur, transportation, logistik, port, mining, oil & gas, serta retail.

Di sektor retail misal, cara belanja kedepan bisa berubah. Berkat 5G dimungkinkan proses otorisasi full biometrik,ciptakan pola berbelanja menjadi hybrid bisa offline dan online.

Untuk sisi trasportasi juga demikian, moda transportasi berjalan lebih aman dan terintegrasi seiring dengan perkembangan kota pintar di dalamnya. Dan sisi logistik  juga sama konektivitas wireless dengan coverage yang lebih luas dapat meningkatkan akurasi dari pemenuhan order dan mobilisasi barang di pergudangan atau pabrik jauh lebih maksimal.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Selular.ID (@selularid)

 Kendati demikian untuk menuju 5G yang mampan dengan aneka potensi solusi teknologi yang siap dihadirkan terganjal dengan ketersediaan spekturm 5G yang memadai di Indonesia.

Sekedar informasi untuk menggelar 5G, Indosat Ooredoo menggunakan pita frekuensi 1.800 MHz dengan lebar pita 20 MHz di rentang 1.837,5-1.857,5 MHz. Dan XL Axiata juga demikian, layanan 5G-nya digelar pada pita frekuensi 1.800MHz dengan lebar pita 20MHz, dalam rentang 1.807,5MHz sampai 1.827,5MHz. Sementara untuk Telkomsel sendiri menggunakan pita frekuensi 2,3 GHz dan 1.800 MHz.

Sedangkan frekuensi ideal untuk menggelar 5G sendiri masih dalam tahap persiapan untuk disajikan, karena masing-masing frekuensi masih digunakan sejauh ini.

Frekuensi ideal 5G paling dekat untuk didapatkan ialah 700 MHz setelah melalui proses migrasi TV analog ke TV digital atau Analog Switch Off (ASO), Kemudian 2,6 GHz masih digunakan untuk Broadcasting Satellite Service (BSS) atau radio, sementara 3,5 GHz untuk FSS atau satelit tetap.

Dan sebagai catatan pula, berdasarkan laporan Global System for Mobile Communications Association (GSMA) penataan ulang 700Mhz mampu memberikan manfaat ekonomi yang cukup potensial, yaitu diperkirakan sebesar USD11 miliar (Rp161 triliun) untuk perekonomian Indonesia selama periode 2020–2030, atau setara dengan tambahan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 1%.

Ajang webinar Indonesia 5G Conference yang mengambil tema ‘Exploring 5G Opportunities In Diverse Industries’ ini  akan digelar dua hari, 26-27 Oktober 2021 secara live virtual melalui Zoom dan Youtube.

Webinar ini terbagi menjadi 4 Sesi, sesi pertama yang sebelumnya akan dibuka oleh Dr. Ismail selaku Dirjen SDPPI Kominfo ini mengangkat tema ‘Eksplorasi Teknologi dan Kasus Penggunaan (use case) Layanan 5G di Berbagai Industri’  menghadirkan pembicara Shurish Subbramaniam, Chief Technology Officer Smartfren, Indra Mardiatna, VP Network Technology Strategy Telkomsel dan Mohamad Rosidi, Director of ICT Strategy and Business of Huawei Indonesia.

Sesi Kedua menghadirkan tema bahasan ‘Menakar Peluang Pertumbuhan Handset 5G di Masyarakat’ dalam sesi ini akan diisi oleh Mulyadi, Direktur Standardisasi SDPPI Kementerian KOMINFO RI, Arif Musta’in, Director & Chief Strategy and Inovation Officer Indosat Ooredoo, Aryo A. Meidianto, PR Manager OPPO Indonesia, Mevira Munindra, Country Manager IDC Indonesia, dan Shannedy Ong, Country Director Qualcomm Indonesia.

Kemudian sesi ketiga, mengangkat tema ‘Ketersediaan Spektrum 5G Sebagai Upaya Memaksimalkan Layanan 5G’ menghadirkan pembicara, Richard Liang, President Director ZTE Indonesia, Denny Setiawan, Direktur Penataan Sumber Daya Kementerian KOMINFO RI, I Gede Darmayusa, Direktur Teknologi & Chief Teknologi Officer XL Axiata, M. Ridwan Effendi, Sekjen Pusat Kajian Kebijakan & Regulasi Telekomunikasi ITB dan Sarwoto Atmosutarno, Ketua Umum MASTEL.

Dan yang terakhir di sesi keempat, mengusung tema ‘Strategi Data Perusahaan, AloT dan New Business di Era 5G’ pembicara dalam bahasan ini melibatkan Danny Buldansyah, Wakil Dirut Tri Indonesia, Teguh Prasetya, Ketua Umum ASIOTI, Palson Yi, Direktur Pemasaran Realme Indonesia dan Fanly Tanto, Country Manager Cloudera Indonesia.

Nah, bagi Anda yang tertarik mengikutinya.  Ajang terbuka untuk umum lho, cara mengikutinya cukup mudah Anda tinggal melakukan regristasi terlebih dahulu, melalui tautan link berikut ini : regristasi event

Artikel Terbaru