Softbank Cabut dari Proyek IKN, DPR RI Minta Kaji Serius Penarikan Investasi

Softbank IKN

Selular.ID – Anggota Komisi V DPR RI Suryadi Jaya Purnama mendesak pemerintah tidak memperbesar penggunaan APBN demi mengejar pembangunan proyek Ibu Kota Negara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Hal itu disampaikan Suryadi pasca mundurnya perusahaan modal ventura asal Jepang, Softbank, dari proyek IKN yang disebut-sebut berniat mengucurkan investasi hingga Rp1.428 triliun.

Alasan Softbank mundur kabarnya karena alasan strategi internal, dan ingin lebih fokus kepada pendanaan startup digital daripada kepada proyek pemerintahan.

Baca juga: Menkominfo dan Huawei Siapkan Infrastruktur 5G di IKN

SoftBank bahkan tetap berkomitmen untuk berinvestasi di sektor lain di Indonesia melalui SoftBank Vision Fund.

Oleh karena itu, Suryadi meminta pemerintah untuk mengkaji serius dampak penarikan investasi tersebut, khususnya persentase sumber-sumber pendanaan IKN.

“Karena mencari investor baru bukanlah hal yang mudah. Dengan adanya perang Rusia-Ukraina, terjadi situasi global berupa risiko inflasi yang tinggi,” terang Suryadi.

“Besi, baja dan material konstruksi lainnya terutama yang impor akan mengalami kenaikan imbas dari terganggunya rantai pasok global. Dampaknya, biaya pembangunan IKN akan naik signifikan,” sambungnya.

Sebelumnya, pada 2019 silam Presiden Indonesia Joko Widodo mengumumkan rencana untuk memindahkan ibu kota Indonesia dari Jakarta. Ketua dan CEO SoftBank Masayoshi Son ditunjuk sebagai anggota komite pengarah untuk proyek tersebut, bersama dengan putra mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al Nahyan dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

Softbank dan Son kini tak menjadi bagian dari pembangunan ibu kota negara (IKN), proyek yang nilainya ditaksir mencapai US$34 miliar (sekitar Rp486 triliun).

Sebagai catatan dalam beberapa tahun terakhir, Softbank Group telah berinvestasi di sejumlah startup yang beroperasi di Indonesia.

Startup yang menjadi portofolio Softbank, antara lain cloud kitchen Yummy Corp, platform investasi Ajaib, induk perusahaan Atome dan Kredit Pintar, healthtech Alodokter, hingga Tokopedia.

Baca juga: UU IKN Disahkan, Kominfo Siap Sulap ‘Nusantara’ Jadi Kota Cerdas Berbasis 5G

SoftBank juga merupakan investor utama di Indonesia dengan saham di perusahaan raksasa internet RI seperti GoTo dan Grab yang berbasis di Singapura, yang memiliki kehadiran besar di Tanah Air.

Investasi terbaru Softbank di Indonesia adalah memimpin pendanaan Seri C+ startup fintech Modalku.

Dalam putaran ini, Modalku mengantongi investasi sebesar US$144 juta (sekitar Rp2 triliun) yang akan digunakan untuk memperluas bisnisnya dan masuk ke sektor neobanking.