spot_img
BerandaNewsFeatureMelongok Persaingan Ketat Intel Vs Samsung di Industri Semikonduktor

Melongok Persaingan Ketat Intel Vs Samsung di Industri Semikonduktor

-

Jakarta, Selular.ID – Menurunnya produksi chipset di pasar global diprediksi akan terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan.  Kelangkaan pasokan chipset atau semikonduktor itu, membuat para raksasa teknologi bergerak cepat. Intel misalnya, telah mengumumkan bahwa mereka bersiap untuk membangun pabrik baru guna mengatasi pasokan yang berkurang drastis.

CEO Intel Pat Gelsinger mengungkapkan rencana untuk menghabiskan €80 miliar untuk fasilitas manufaktur semikonduktor baru di Eropa selama periode 10 tahun. Raksasa teknologi yang berbasis di Santa Clara – California itu,  berusaha mengembangkan strategi untuk secara drastis meningkatkan kapasitas produksi global.

Dalam pidato di Konferensi Mobilitas IAA yang berfokus pada otomotif, Gelsinger menguraikan rencana Intel untuk langkah Eropa dalam upayanya untuk meningkatkan kapasitas manufaktur dan mendorong bisnis pengecoran.

Sebelumnya Intel telah menggelontorkan $20 miliar yang dihabiskan untuk dua fasilitas serupa di AS. Perusahaan juga telah menjalin kemitraan dengan raksasa prosesor Qualcomm untuk membuat chip smartphone di divisi pengecoran baru.

Sejalan dengan upaya meningkatkan fasilitas yang ada di Republik Irlandia, Intel berencana untuk membuat pabrik terbesar di Eropa. Perusahaan akan mengungkapkan lokasi pabrik baru itu pada akhir tahun. Awalnya fasilitas baru akan terdiri dari dua pabrik, namun akhirnya diperluas menjadi delapan.

Gelsinger mencatat fasilitas baru akan menjadi “katalisator untuk industri semikonduktor” dan rantai pasokan, sekaligus membantu Eropa yang telah mengalami penurunan produksi chip selama bertahun-tahun. Pada 1990 benua biru mewakili 44% dari industri semikonduktor global. Namun saat ini turun menjadi 9% pada tahun 2021, tambah Gelsinger.

Gelsinger mengatakan Intel akan menciptakan “pusat R&D yang menyatukan Eropa untuk membalikkan penurunan yang mengerikan ini, menciptakan rantai pasokan yang lebih seimbang secara global, dan menciptakan pusat R&D dan inovasi teknologi di Eropa”.

Investasi Samsung

Keputusan Intel mempercepat pembangunan pabrik chip di Eropa, tak lepas dari keputusan Samsung yang sudah siap menggelontorkan dana jumbo. Konglomerat yang berbasis di Seoul itu, bersiap menginvestasikan 240 triliun won ($206 miliar) dalam tiga tahun ke depan untuk memperluas cakupan bisnisnya di bidang biofarmasi, kecerdasan buatan, semikonduktor, dan robotika di era pascapandemi.

Raksasa Korea Selatan itu, mengatakan bahwa investasi hingga 2023 akan membantu memperkuat posisi global grup di industri utama seperti pembuatan chip, sambil memungkinkan untuk mencari peluang pertumbuhan di bidang baru seperti robotika dan telekomunikasi generasi berikutnya.

Samsung Electronics, pembuat chip memori terbesar di dunia, mengatakan bahwa grup tersebut berencana untuk memperkuat teknologi dan kepemimpinan pasar melalui merger dan akuisisi. Namun perusahaan tidak memberikan rincian angka investasi.

Samsung juga tidak mengatakan apakah angka investasi terbaru termasuk $17 miliar yang dilaporkan dihabiskan untuk pabrik chip kontrak chip AS yang baru. Rencana tersebut 30% lebih besar dari strategi tiga tahun Samsung sebelumnya yang dilayangkan pada 2018. Chaebol Korea itu memutuskan untuk meningkatkan investasi demi mempertahankan kepemimpinan teknologi, terutama selama “situasi darurat” di dalam dan luar negeri.

“Industri chip adalah pelat pengaman ekonomi Korea. Investasi agresif kami adalah strategi bertahan hidup dalam arti bahwa begitu kami kehilangan daya saing, hampir tidak mungkin untuk kembali,” kata Samsung Electronics dalam sebuah pernyataan.

Pesaing terberat Samsung dalam industri chip dunia termasuk Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSMC) dan Intel Corp, diketahui melakukan investasi besar di tengah kekurangan chip global dan persaingan yang semakin ketat di segmen chip canggih.

Namun laporan terbaru dari IC Insights mengungkapkan, bahwa Samsung telah berhasil menyalip Intel untuk menjadi pemasok semikonduktor terbesar di dunia pada Q2-2022. Laporan itu juga menyebutkan Mediatek dan Nvidia mengalami pertumbuhan yang signifikan, sementara Intel, TSMC, dan Qualcomm tak tumbuh banyak.

Masih melansir dari laporan IC Insights, pangsa pasar Samsung di pasar semikonduktor melonjak lantaran kenaikan permintaan serta harga DRAM dan memori flash. Penjualan perusahaan meningkat 19% pada kuartal kedua 2022 menjadi $20,3 miliar.

Hal ini membantu Samsung mengalahkan Intel dalam memimpin pasar semikonduktor global. Dengan kinerja yang semakin membaik, Samsung diperkirakan akan semakin memperlebar kesenjangannya dengan pesaingan terdekatnya itu, dengan tumbuh lebih 10% menjadi $22,3 miliar pada Q3-2021.

Sekedar diketahui, Samsung menduduki peringkat sebagai pemasok semikonduktor teratas sepanjang 2017 – 2018, ketika pasar memori mengalami peningkatan siklus terakhirnya. Selama waktu itu, penjualan perusahaan melebihi $20,0 miliar selama puncak peningkatan memori pada 2018. Tak dapat dipungkiri, keberhasilan menjadi penguasa industri chips global, turut membantu pertumbuhan Samsung. Reuters melaporkan bahwa sejak didirikan pertama kali pada 1938 di Daegu, Korea Selatan, Samsung Group memiliki 59 afiliasi dengan total aset 457 triliun won, menurut Komisi Perdagangan yang Adil Korea Selatan.

spot_img

Artikel Terbaru