AFPI: Pembiayaan Fintech ke Sektor UMKM Sangat Potensial

Usaha online

Jakarta, Selular.ID – Berdasarkan data OJK 2021, sektor-sektor penyaluran pinjaman terbesar ada di sektor e-commerce, logistik, dan komunikasi. Dan sector dagang elektronik menjadi sektor yang sangat besar karena data-datanya sudah digital, sehingga memudahkan dalam proses pengecekan dan validasi.

Sunu Widyatmoko, Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menjelaskan, peluang dari perkembangan fintech di Indonesia sangat besar, terutama karena tingginya permintaan di masyarakat produktif.

“Jika dilihat lebih jauh, profil peminjam dari fintech pendanaan untuk tujuan produktif masih didominasi oleh UMKM berbasis offline (seperti toko, warung, rumah makan), yaitu 77,1%, diikuti dengan UMKM berbasis online sebesar 42,2% dan karyawan full-time (38,5%),” terang dalam acara ‘Cerdas dalam Memilih Layanan Fintech’ .

Untuk wilayah area yang sudah terlayani oleh fintech, khususnya pada pendanaan yang untuk bertujuan produktif berpusat di Jabodetabek (92,7%), Jawa (81,7%), Sumatra (67%).

Di luar itu lingkup tersebut, peluangnya masih sangat besar dimana, Sunu melanjutkan  ada 186 juta individu produktif (berusia lebih dari 15 tahun), lalu ada juga 46,6 juta UMKM yang belum bisa mengakses kredit dari perbankan, serta 132 juta individu yang belum bisa mengakses bank/kredit (unbanked).

“Total kebutuhan pembiayaan UMKM nasional adalah Rp1.650 triliun, dimana industri jasa keuangan tradisional menopang Rp660 triliun per tahun, sehingga ada gap sebesar Rp989 triliun (berdasarkan data tahun 2016),” terangnya, Sunu

Sedangkan berdasarkan catatan AFPI pencairan pinjaman sejak tahun 2017 terus meningkat terus meningkat , yaitu di 2019, 58 triliun (meningkat 20% dari 2018), tahun 2020 terdapat 73 triliun (meningkat 25% dari 2019), dengan estimasi pencairan pinjaman di tahun 2021 mencapai Rp100-125 triliun.