spot_img
BerandaNewsPolicyPemerintahan AS Kecam Youtube yang Tidak Serius Tangani Hoax Vaksin Covid-19

Pemerintahan AS Kecam Youtube yang Tidak Serius Tangani Hoax Vaksin Covid-19

-

Jakarta, Selular.ID – Pemerintahan Amerika Serikat (AS) mengecam kesar platform sosial media Youtube, selain Facebook terhadap sebaran informasi hoax soal vaksin covid-19, dan menilai raksasa sosial media itu tidak memiliki upaya yang cukup kuat untuk benar-benar menghentikannya.

Kritik ini muncul hanya seminggu setelah Presiden Joe Biden menyebut Facebook dan perusahaan media sosial lainnya sebagai ‘pembunuh’ karena gagal memperlambat penyebaran informasi yang salah tentang vaksin.

Baca juga: Hadang Pusaran Hoaks ‘Melumat’ Vaksin Covid-19  

Seorang pejabat senior pemerintah bahkan mengatakan, salah satu masalah utamanya dari persoalan sebaran berita sesat ini adalah penegakan aturan platform digital yang tidak konsisten.

YouTube sendiri diketahui memang telah memiliki unit Google Alphabet Inc (GOOGL.O) yang dapat memutuskan apa yang memenuhi syarat, sebagai informasi yang salah di platform mereka.

Baca juga: Sebaran Hoaks Covid-19 Semakin Menjadi, Waspada!

“Facebook dan YouTube adalah hakim, juri, dan algojo terkait apa yang terjadi di platform mereka. Mereka sebenarnya bisa menilai pekerjaan rumah mereka sendiri,” kata seorang pejabat administrasi, dikutip dari Reuters, Sabtu (24/7).

Selain memang covid-19 yang sulit dihentikan, faktanya wabah mindset menyimpang masyarakat untuk menangani persoalan ini juga tidak kalah genting.

Isu vaksin terus bertambah, bahkan cenderung melekat diingatan masyarakat, seperti bagaiaman vaksin Covid-19 berjalan lamban akibat angapan banyak masyarkat yang menganggap benar jika vaksin ini ditanami microchip, atau bahkan vaksin mempengaruhi kesuburan Wanita.

Baca juga: Hadapi Hoaks Vaksin Dengan Libatkan Peran Masyarakat

Sebuah laporan baru-baru ini dari Center for Countering Digital Hate (CCDH) yang juga disorot oleh Gedung Putih, menunjukkan 12 akun anti-vaksin menyebarkan hampir dua pertiga misinformasi anti-vaksin secara online. Enam dari akun itu  kini masih memposting di YouTube.

Sebenarnya yang terjadi di AS tak ubahnya di Indonesia, hoax vaksin cenderung menganas. Berdasarkan laporan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), hingga 26 januari 2021 saja sudah terdapat 1.387 isu hoax yang tersebar di berbagai platform digital. Sementara peredaran hoax soal vaksin telah melonjak setelah Program Vaksinasi Covid-19 telah dimulai pada 13 Januari lalu.

spot_img

Artikel Terbaru