spot_img
BerandaNewsE-CommerceRiset: Platform E-commerce Perlu Fokus Hadirkan Penawaran Menarik

Riset: Platform E-commerce Perlu Fokus Hadirkan Penawaran Menarik

-

Jakarta, Selular.ID – Memasuki tahun kedua Ramadhan, yang juga masih dalam masa pandemi Covid-19. Menurut laporan perusahaan riset independent NeuroSensum, masyarakat akan masih tetap membatasi pengeluaranya, karena ada penurunan secara social economic status.

Berdasarkan laporan terbarunya yang bertajuk NeuroSensum Annual Ramadan Spending Tracker 2021 mengungkapkan, rencana belanja masyarakat selama Ramadhan seutuhnya, akan bermigrasi secara online.

Baca juga: Rekomendasi 5 Smartphone Dengan Kamera Terbarik Di 2021  

Platform online menjadi saluran yang paling disukai, menurut Rajiv Lamba , CEO NeuroSensum & SurveySensum tahun ini setidaknya akan ada 37 persen konsumen yang gencar berbelanja online untuk keperluan Ramadhan.

Sekitar 40 persen konsumen dalam riset ini mengaku akan berbelanja bahan makanan secara online, sementara 33 persen konsumen akan berbelanja barang-barang lainnya namun tetap secara daring.

Rajiv menambahkan penggunaan platform dagang online berdasarkan catatan perusahaanya telah meningkat sejak tahun lalu. “Beberapa perusahaan e-commerce pun mengatakan bahwa banyak hal yang mereka harapkan terjadi dalam empat tahun ke depan, dan telah terjadi dalam satu atau dua tahun terakhir di Indonesia,” tuturnya.

Dan tak dipungkiri pandemi Covid-19 ini mempercepat akselerasi trafik saluran belanja online. “Kekuatan untuk bertransaski secara daring juga diperkuat oleh porsi belanja makanan secara online, yang tahun ini diperkirakan akan meningkat tajam karena sejak Ramadhan tahun lalu masyarakat semakin terbiasa dengan kanal belanja online,” kata Rajiv.

Baca juga :  Pendapatan Bukalapak Tumbuh 37 Persen, Tapi Harga Saham Makin Anjlok

Baca juga: Pengguna iPhone Sekarang Bisa Membayar Dengan Bitcoin Untuk Belanja Online

Seingga yang menjadi catatan penting bagi pemain besar dalam hal ini, seperti Gojek, Happyfresh dan Grab ialah soal pemenuhan kebutuhan konsumen yang sangat bergerak massif itu.

“Para perusahaan ini telah melihat secara signifikan lalu lintas online mereka. Sehingga para pemilik brand harus berhati-hati tentang apa yang mereka jual dan bagaimana caranya. Merek harus fokus pada kategori yang meningkat,” jelas Rajiv.

Baca juga :  Ongkir Murah, Pengiriman Lion Parcel Jagopack Mulai Rp4.500

Dengan bergesernya belanja konsumen ke arah kesehatan & digital, suplemen kesehatan akan meningkat sebesar 55 persen. Dan juga akan ada pertumbuhan yang signifikan dalam platform online dalam permintaan tersebut.

Yang perlu disadari pula platform belanja online menjadi lebih penting dalam perjalanan belanja konsumsi masyarakat. Dan harus diketahui pula pandemi telah berdampak paling besar pada penurunan social economic status.

“Itu sebabnya merek (perusahaan belanja digital) perlu fokus pada segmen ini, dan harus memberikan penawaran yang membantu masyarakat untuk berhemat,” tandasnya.

spot_img

Artikel Terbaru