Beranda News Merger Tri Dan Indosat, Akan Saling Melengkapi Jangkauan Jaringan   

Merger Tri Dan Indosat, Akan Saling Melengkapi Jangkauan Jaringan   

-

Jakarta, Selualr.ID – Kabar merger Tri Indonesia dan Indosat Ooredoo  di tanah air, melalui kesepakatan Hutchison Holdings Ltd asal Hong Kong bersama Ooredoo asal Qatar kabarnya semakin mendekati kesepakatan untuk membangun bisnis telekomunikasi bersama di negara-negara potensial di wilayah Asia Tenggara.

Merespon hal itu, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Muhammad Arif Angga menjelaskan, sudah saatnya operator berkolaborasi agar bisa lebih kuat.

“Kalau menurut saya memang sulit untuk sendiri mengcover wilayah Indonesia, secara pasar pun tidak maksimal. Jika marger ini terjadi, maka nantinya akan saling melengkapi dari sisi daya jangkauan jaringan dari kedua operator tersebut, secara regulasi saya kita tidak ada masalah,” ungkapnya kepada Selular.ID, Selasa (22/12) Siang.

baca juga: Pemerintah Dorong Operator Untuk Terus Konsolidasi

“Misal yang satu memiliki cakupan jaringan di lokasi seputar A, dan satunya lagi memiliki jaringan di lokasi B, ini tentu akan memperluas coverage, mungkin ada yang overlapping di wilayah tertentu, terutama di kota-kota besar itu wajar. Tapi di sisi lain tentu akan jauh lebih melengkapi,” sambungnya.

Kemudian dari sisi jariangan, sesuai dengan amanat Undang-undang Cipta Kerja, mendorong untuk para operator secara bersama memanfaatkan infrastructure sharing baik itu aktif maupun pasif. “Tujuanya untuk pemerataan jaringan, sehingga pemerataan akan lebih luas dan tercapai. Menurut saya, melalui merger itu laju untuk mengelar jaringan akan lebih cepat. Karena bisa saling memanfaatkan satu dengan yang lain jadi bagus, overlapping jariangan tidak terlalu banyak, coverage pun menjadi lebih luas,” kata Angga.

Baca juga: Investasi Infrastruktur Di Daerah, Bukan Sekedar Cari Untung?

Seperti dikutip Bloomberg, Selasa (22/12), kesepakatan merger itu akan berupa kombinasi uang tunai dan penawaran saham. Kedua perusahaan akan menjadi pemegang saham yang cukup signifikan di perusahaan gabungan nanti.

Targetnya pengumuman merger ini akan diumumkan pekan ini. “Struktur merger secara detail di Indonesia belum final, sementara negosiasi masih bisa ditunda atau batal,” ujar sumber yang mengetahui rencana merger ini.

Kemudian kedua perusahaan masih belum bersedia berkomentar terkait hal ini. Sekedar informasi, Hutchison Asia Telecommunications yang menjalankan bisnis telko di Indonesia, Vietnam dan Sri Lanka memiliki sekitar 48,8 juta pelanggan aktif. Pasar di Indonesia berkontribusi sekitar HK$ 3,95 miliar (US$ 510 juta) atau sekitar 87% pendapatan Hutch di Asia secara total.

Sementara saham Indosat (ISAT) yang tercatat di bursa saham Indonesia telah meningkat sekitar 90% sepanjang tahun ini. Itu membuat valuasi pasar ISAT sekitar US$ 2,2 miliar. Bisnis ISAT di Indonesia mampu memberi kontribusi sekitar 23% dari total pendapatan Ooredoo sebelum pajak, bunga, depresiasi dan amortisasi pada 2019.

Artikel Terbaru