Friday, February 21, 2020
Home News Pengamat: UU PDP Bawa Iklim Positif Bagi Investasi di Indonesia

Pengamat: UU PDP Bawa Iklim Positif Bagi Investasi di Indonesia

-

Jakarta, Selular.ID – RUU PDP (Perlindungan Data Pribadi) baru saja diserahkan kepada DPR bersamaan dengan surat dari Presiden sejak Minggu lalu. Meski belum rampung, namun Undang-undang PDP diklaim bisa membawa iklim postif di Indonesia.

Pendapat ini disampaikan oleh Dimitri Mahayana selaku Pengamat Bisnis Data Center dan Cloud serta Digital Transformation di Indonesia. Menurutnya, UU PDP dapat mendorong investasi tumbuh di Indonesia, termasuk investasi data center.

“UU PDP akan menciptakan iklim positif bagi investasi di Indonesia. Termasuk investasi Data Center,” ungkapnya, dalam keterangan resmi yang diterima Selular.ID, Rabu (29/01).

Tentunya, investasi ini perlu dorongan dari faktor lain. Salah satunya, ia menjelaskan hal ini dapat terjadi jika UU PDP mengandung isi yang rasional dan adil.

“Tentu dengan catatan, bila isinya pun rasional, reasonable, implementable dan yang terpenting fair serta adil,” ujar Dimitri.

Menurut Dosen bersertifikasi ATD itu, proyeksi investasi untuk sekelas Amazon dapat mencapai 1 miliar USD, bahkan lebih. Sedangkan, orde minimal yang masuk akal bagi Amazon sebanyak 300 juta USD. Nilai investasi ini juga bersifat dinamis. Artinya, bisa terus meningkat jika memang iklim bisnisnya berkembang.

“Kalau bisnisnya bagus mungkin akan terus menerus. At least mungkin bisa pada angka USD 300 juta per tahun atau lebih,” imbuhnya.

Baca juga: Kominfo: Perusahaan Asing Bakal Berinvestasi Saat RUU PDP Telah Disahkan

Sebagaimana diketahui, Amazon termasuk salah satu perusahaan cloud terbesar di dunia. Kabarnya, Amazon bakal membangun data center di Tanah Air. Perusahaan asal Amerika itu siap berinvestasi terkait data center Indonesia, apabila UU PDP telah selesai.

“Secara khusus Amazon berbicara bakal membangun 22 data center didunia dan data center pertama akan dibangun di Indonesia,” ujar Johnny G Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika, di Jakarta, Selasa (28/01).

Bahkan, Johnny menyebut perusahaan koorporasi-koorporasi global lainnya juga bersedia berinvestasi dibidang data.

“Investasi-investasi di bidang data telekomunikasi informatika oleh koorporasi-koorporasi global itu sudah siap tetapi pada juga menunggu selesainya dan tersedianya UU PDP Indonesia,” terangnya.

Jika UU PDP nantinya bisa segera terselesaikan, tentu menjadi kabar baik bagi negara Indonesia. Mengingat, investasi yang cukup besar bisa saja terjadi. Di ASEAN, Indonesia akan menjadi negara kelima yang akan menerapkan UU PDP. Sementara didunia, Indonesia menjadi negara ke-127 diantara yang lainnya.

Latest