Saturday, December 7, 2019
Home Kabar Redaksi Telco Outlook 2020: Menyoroti Wajah Industri Selular di Tengah Tumbuhnya Ekonomi Digital

Telco Outlook 2020: Menyoroti Wajah Industri Selular di Tengah Tumbuhnya Ekonomi Digital

-

Jakarta, Selular.ID – Ekonomi digital menempatkan operator selular pada posisi yang strategis. Pembangunan infrastruktur, khususnya BTS 4G yang mulai menjangkau semua wilayah Indonesia, tak hanya memperkuat kualitas jaringan, namun juga mendorong tumbuhnya layanan-layanan baru yang berpotensi meningkatkan revenue operator.

Setelah tahun lalu mengalami negative growth sebesar -7,3%, industri telekomunikasi menunjukkan tanda-tanda perbaikan pada 2019. Hal itu merupakan imbas dari kebijakan registrasi prabayar yang dijalankan pemerintah bersama operator.

Saat ini costumer base yang dimiliki operator terbilang bersih, bukan sekedar klaim seperti sebelumnya. Masing-masing Telkomsel 170 juta, XL Axiata 55 juta, Indosat Ooredoo 50 juta, Smartfren Telecom 15 juta, dan Tri Huthinson 15 juta pelanggan.

Selain mendapatkan high value costumer, program registrasi prabayar juga mendorong efiesiensi. Kini operator mengurangi jualan-jualan yang tidak produktif. Fokus pada pemasaran produk yang berdampak pada pendapatan jangka panjang.

Dari sisi tarif, meski tarif promo masih terbilang marak, namun fenomena tersebut sudah terbilang wajar. Sekarang, operator tidak lagi jor-joran. Harga yang ditawarkan cenderung semakin rasional.

Penerapan harga yang tak melulu murah, memberikan edukasi kepada konsumen bahwa kualitas layanan sebanding dengan harga yang ditawarkan. Hal itu tentu akan berdampak pada peningkatan revenue sekaligus laba bagi perusahaan.

Seperti halnya service provider, industri device juga tumbuh signifikan. Menurut firma riset IDC, dalam dua kurtal terakhir, pengapalan smartphone di Indonesia meningkat pesat.

Masing-masing kuartal kedua 2019, mencapai 9,7 juta unit, tertinggi dalam sejarah. Sementara kuartal ketiga 2019, sebesar 8,8 juta unit.

Dengan animo pasar yang terus meningkat, bukan tidak mungkin penjualan smartphone di akhir 2019, bisa melampaui pencapaian 2018 yang mencapai 38 juta unit.

Di sisi lain, menjamurnya perusahaan rintisan teknologi (start up) di Indonesia. merupakan bukti bahwa ekosistem ekonomi digital mulai tumbuh dengan baik.

Mengutip Startupranking.com, Indonesia menempati urutan keenam dunia dengan jumlah 1.902 startup, setelah AS, India, Inggris, Kanada, dan Jerman.

Dari banyaknya start up itu, beberapa sudah menjelma menjadi unicorn. Saat ini di ASEAN ada tujuh unicorn, empat di antaranya berasal dari Indonesia, masing-masing Bukalapak, Tokopedia, Traveloka dan OVO. Bahkan sejak Juli 2019, GoJek telah menjelma menjadi decacorn, mengimbangi Grab, perusahaan teknologi asal Malaysia.

Prospek ekonomi digital juga tercemin dari semakin berkembangnya layanan berbasis IoT (Internet of Things) dan Big Data, FinTech (Financial Technology), e-commerce, mobile gaming, video/music streaming, logistik dan layanan digital lainnya.

Pertumbuhan ekonomi digital dipastikan akan jauh lebih baik, saat Indonesia kelak menggelar layanan 5G. Dengan adanya 5G, akan berdampak pada sektor-sektor utama seperti manufaktur dan jasa sebagai kontributor terbesar perekonomian secara keseluruhan.

Meski menjadi bagian dari industri strategis dan menyumbang PNBP yang besar bagi negara setiap tahunnya, saat ini industri telekomunikasi sesungguhnya menghadapi tantangan yang tak ringan. Hal itu merupakan imbas dari perubahan tren komunikasi dari komunikasi voice dan SMS ke komunikasi data berbasis aplikasi.

Tak dapat dipungkiri, kehadiran OTT terutama OTT asing, seperti Whatsapp, Wechat, Line, Instagram dan lainnya, semakin menggerus pendapatan operator.

Agresifitas OTT yang mengikis pendapatan dari layanan suara dan teks, dibarengi dengan kejenuhan pasar, membuat pertumbuhan operator menjadi tersendat.

Di sisi lain, banyaknya pemain di sektor telekomunikasi menyulitkan dalam memberikan tarif yang wajar sekaligus menguntungkan bagi semua pihak.

Komunikasi berbasis data juga mengurangi pendapatan para pemain di industri ini dalam hal interkoneksi dan international roaming.

Para pengguna tidak perlu lagi mengeluarkan biaya yang besar untuk melakukan komunikasi lintas operator dan lintas negara. Hal ini menjadi tantangan sendiri bagi industri telekomunikasi untuk mencari sumber pendapatan baru ke depannya.

Berkembangnya ekosistem digital sesungguhnya memberikan peluang bagi operator dan perusahaan lain untuk menggarap new business. Jumlah pengguna data yang terus melonjak setiap tahunnya, menjadi penopang dari bisnis masa depan ini.

Kehadiran teknologi 5G dipastikan akan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi digital, yang digadang-gadang dapat menjadi salah satu pilar ekonomi Indonesia di masa yang akan datang.

Melalui gelaran Telco Outlook 2019 bertajuk “Megatrends in Telecom : Targeting Blue Ocean for Growth”, Selular Media Network berupaya memetakan beragam persoalan yang mengadang industri telekomunikasi Indonesia, menjembatani kerjasama antar pelaku industri, pemerintah dan stake holder lainnya, sekaligus berupaya menciptakan peluang bisnis baru.

Melalui Forum yang merupakan kalender tahunan ini, diharapkan dapat mendorong industri telekomunikasi tumbuh lebih sehat. Sehingga bisa berkontribusi lebih baik lagi bagi masyarakat dan dunia usaha.

Telco Outlook 2020 akan menghadirkan tiga pembicara kunci. Masing-masing Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Ketua ATSI (Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia) Ririek Adriansyah, dan CEO Huawei Indonesia Jacky Chen.

Sementara dalam diskusi panel, akan melibatkan sejumlah pembicara terkemuka. Mereka adalah Direktur Keuangan Telkomsel Heri Supriyadi, Direktur Teknologi XL Axiata Yessy D. Yosetya, Chief Sales & Distribution Indosat Ooredoo Hendry Mulya Syam.

Juga ada Direktur Utama Telkom Sigma Sihmirmo Adi, Wakil Dirut Tri Hutchinson M. Danny Buldansyah, Managing Director Cisco System Indonesia Marina Kacaribu, CMO GDP Venture Danny Oei Wirianto, Pengamat Ekonomi INDEF Bhima Yudistira, dan Country Director GARENA Hans Kurniadi Saleh.

Forum ini akan digelar pada 2 Desember 2019, di Hotel Aston Priority, TB Simatupang, mulai pukul 9.00 – 13.30 WIB.

So, pastikan Anda menjadi salah peserta dari event “Telco Outlook 2020”.

Latest