Thursday, August 6, 2020
       
Home News Telco Outlook Terkait Penerapan 5G, Indosat Ooredoo Ungkap Kemungkinan 'Down' Lagi

Terkait Penerapan 5G, Indosat Ooredoo Ungkap Kemungkinan ‘Down’ Lagi

-

Jakarta, Selular.ID – Penerapan jaringan generasi kelima atau 5G di Indonesia kini terus dikulik persiapannya. Tak hanya melibatkan pemerintah, namun kesediaan jaringan 5G juga memerlukan dukungan dari operator Selular.

Adapun, hal ini tak terlepas dari BTS milik operator telekomunikasi itu sendiri. Hendry Mulya Syam, Chief Sales dan Distribution Officer Indosat Ooredoo, mengungkap pihaknya saat ini tengah melakukan pembangunan infrastruktur dengan ekspansi ke luar jawa.

“kita juga tak hanya bangun di Jawa, kita juga sudah mulai ekspansi keluar Jawa terutama daerah-daerah yang memungkinkan,” ujarnya, disela-sela acara Selular Telco Outlook 2020, Senin (2/12).

Sementara itu, Hendry menyebut keberadaan 5G tak terlalu dibutuhkan. Pasalnya, Indosat Ooredoo mengungkap yang menerima manfaat dari jaringan 5G adalah kreatif Business to Business (B2B), bukan costumer ataupun operator telco.

“Nah di 5G ini memang use casenya menurut perkiraan banyak orang bahwa yang mendapatkan manfaatnya itu adalah kreatif Business to Business (B2B),” ujarnya.

Baca juga: Indosat dan Tri Bantah Industri Telco Kritis pada 2020

Menurutnya, operator telekomunikasi yang mempersiapkan B2B dapat memperoleh manfaat 5G. Jika tidak, keberadaan jaringan generasi keempat (4G) dengan spektrum yang luas, sudah cukup memenuhi kebutuhan pasar.

“Jadi telco yang mempersiapkan B2B itu dia akan mendapatkan manfaat dari pergelaran 5G kalo engga yang ada sebenernya 4G dengan kapasitas spektrum yang cukup banyak itu sebenernya sudah cukuplah,” ucapnya.

Meski tak menolak keberadaan 5G, Indosat Ooredoo menjelaskan tantangan yang dihadapi terhadap penerapan jaringan 5G. Adapun, Hendry mengungkap tantangan terletak pada ‘Usecase’ sebelumnya.

“Saya melihat 5G itu tantangannya di usecase-nya karena apakah investasi yang sebesar itu akan mengembalikan investasi dalam ranah operator,” pungkasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengungkapkan adanya kebutuhan latensi per milisecond dari sisi Otonomus. Terkait dengan hal ini, Hendry mengaku keberatan.

“5G itu saya khawatirnya, kita-kita (operator seluler) ini jadi down lagi. Kita berharap jangan sampai kita bangun tapi yang diatas itu yang lainnya (B2B), memang secara peningkatan volum data iya terjadi, cuma at the end bagaimana telco itu bisa me-moneytize apa yang kita bangun ke depan,” tutupnya.

Upcoming Event

Upcoming Event

Latest