Thursday, August 6, 2020
       
Home News Telco Outlook Indosat dan Tri Bantah Industri Telco Kritis pada 2020

Indosat dan Tri Bantah Industri Telco Kritis pada 2020

-

Jakarta, Selular.ID – Meski 2020 mendatang diprediksi menjadi tahun kritis bagi operator telekomunikasi, namun berbeda situasinya bagi Indosaat Ooredoo serta Tri Indonesia.

Keduanya tetap yakin dengan tak lepasnya kebiasaan masyarakat dalam membeli data selular. Hendry Mulya Syam, Chief Sales dan Distribution Officer Indosat Ooredoo, meyampaikan pendapatnya melalui Selular Telco Outlook bertajuk ‘Megatrends in Telecom : Targeting Blue Ocean for Growth’.

“Jadi emang sih Insya Allah 2020 kita yakin 2020 kita masih bisa tumbuh dari sisi revenue.” ujarnya, Senin (2/12).

Adapun Hendry menganalogikan 2020 seperti rezim 1998 lalu. Menurutnya, industri telekomunikasi tak terkena dampaknya, justru tetap menerima revenue.

“Justru kalo stress, orang butuh informasi dan komunikasi. Kami yakin bagaimana pun keadaan ekonomi pada 2020, revenue bisa tumbuh.” ujarnya.

Senada dengan Indosaat Ooredoo, Tri Indonesia juga yakin dengan pertumbuhan telco pada 2020 mendatang. Riza Taufan, GM 5G/LTE Architecture and App Hutchison 3 Indonesia, mengungkapkan saat ini pihaknya justru tengah giat ekspansi ke luar jawa.

Baca juga: Dorong Penerapan 5G di Indonesia, XL Siap Konsolidasi

“Untuk 2020 kita masih melihat potensi dipertumbuhan data usage seperti perolehan rekan-rekan telco yang lain bahwa masih cukup tinggi, kita juga melihat kebutuhan ini gak hanya ada di kota-kota besar tapi juga sudah mulai di pelosok-pelosok daerah, kemudian kita juga masih optimis daya beli masyarakat semakin membaik, jadi kebutuhan telco di komunikasi di 2020 masih cukup tinggi,” ujar Riza, Senin (2/12).

Lebih lanjut, Riza menyebut pihaknya tengah fokus menyelesaikan 8000 BTS hingga akhir tahun 2019 nanti. Perlu diketahui, pada Agustus lalu, Tri mencatat 5000 BTS yang telah dibangun.

Meski membantah adanya ancaman, Tri Indonesia tetap mengungkapkan pada 2020 mendatang akan ada tantangan baru. Adapun Riza menyebut hal ini terkait dengan pembangunan infrastruktur.

“Tantangannya di 2020, dari sekarang pun kita melihat bahwa kesulitan membangun infrastuktur jaringan telco terutama biaya tinggi untuk pembangunan,” ujarnya.

Adapun kedua operator telekomunikasi ini berharap ke depannya pemerintah Indonesia bisa menerima apa yang telah mereka sampaikan terkait pertumbuhan pada 2020 mendatang.

Upcoming Event

Upcoming Event

Latest