Monday, January 27, 2020
Home News Telco Outlook Bangun Jaringan 5G, Telkomsel Sebut 'Konsolidasi'

Bangun Jaringan 5G, Telkomsel Sebut ‘Konsolidasi’

-

Jakarta, Selular.ID – Implementasi jaringan generasi kelima atau 5G di Indonesia butuh banyak persiapan. Tak semudah manfaatnya, 5G justru memerlukan berbagai lini mulai dari persiapan infrastruktur hingga regulasi yang mengaturnya.

Adapun saat ini, baik pemerintah hingga operator seluler terus didesak terkait persiapan implementasi 5G. Bahkan, tren konsolidasi antar beberapa operator juga akan terjadi, terkait dengan penerapan 5G.

Melalui acara Telco Outlook 2020 bertajuk ‘Megatrends in Telecom: Targeting Blue Ocean for Growth’, Telkomsel menyebut tak keberatan jika ada konsolidasi antar operator. Menurut Heri Supriyadi, Acting CEO Telkomsel mengungkapkan konsolidasi justru menyehatkan bagi industri itu sendiri.

“Adanya player-player yang sehat, saya pikir membuat pertumbuhan dari masing-masing player sehat,” ucapnya, dalam diskusi panel di acara Selular Telco Outlook 2020, Senin (2/12).

Sementara itu, Heri menjelaskan beberapa faktor pendorong terjadinya konsolidasi. Pertama, spektrum 5G yang cukup besar, namun ketersediaannya belum menutupi. Kedua, biaya investasi yang besar sementara use casenya masih terbatas.

Baca juga: Terkait Penerapan 5G, Indosat Ooredoo Ungkap Kemungkinan Down Lagi

“Jadi menurut saya lebih banyak alasan teknis yang memungkinkan konsolidasi itu terjadi. 5G spektrum yang dibutuhkan agak besar, yang ada kan gak besar. Yang kedua juga investasi yang sangat besar disana, usecasenya juga masih terbatas, otomatis akan mendorong (konsolidasi),” paparnya.

Senada dengan itu, Bhima Yudistira, selaku Pengamat Ekonomi INDEF, menyebut kemungkinan besar pemain-pemain digital akan mengerucut dengan saling terkonsolidasi.

“Jumlahnya puluhan itu akan mengerucut menjadi 2 atau 3 pemain besar terkonsolidasi,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam implementasi 5G sendiri, Telkomsel tak ingin pemerintah tergesa-gesa. Heri menyebut perlu adanya kesiapan pasar terlebih dahulu.

“Yang perlu dipikirkan adalah kesiapan pasarnya, kalau terlalu cepat bisa menderita juga operator karena use case-nya tidak cukup untuk membayar spektrum fee dan sebagainya,”  jelasnya.

Latest