Thursday, October 24, 2019
Home Devices Bukan Smartphone, Ini Perangkat Pertama yang Cicipi HarmonyOS

Bukan Smartphone, Ini Perangkat Pertama yang Cicipi HarmonyOS

-

Jakarta, Selular.ID – Huawei telah mengumumkan perangkat yang mengadopsi sistem operasi terbaru, HarmonyOS. Bukan smartphone, melainkan perangkat televisi yang digarap oleh sub-brand mereka, Honor.

Smart TV tersebut bertajuk Honor Vision dan Honor Vision Pro. Dilansir dari TheVerge, perangkat tersebut bakalan dijual di China pada minggu depan.

Spesifikasi Honor Vision dibekali dengan chipset Honghu 818 Huawei octa-core yang diklaim dapat memroses gambar dengan sempurna. Dibekali dengan layar seluas 55 inci, resolusi 4K, dan dapat digunakan sebagai hub smarthome.

Perangkat ini dapat memberikan informasi kepada pengguna tentang cuaca, melacak paket kiriman, dan tentunya dapat dikontrol meggunakan smartphone.

Baca juga: Uji Kecepatan Download: Samsung, Apple dan Huawei

Honor Vision Pro juga dilengkapi dengan kamera pop-up yang dapat disesuaikan dan enam mikrofon. Mikrofon ini dapat digunakan untuk panggilan video, dengan resolusi 1080p dan 30fps. Honor Vision Pro juga dilengkapi dengan enam speaker 10W, sedangkan Honor Vision hanya hadir dengan empat mikrofon.

Honor Vision akan berjalan ¥3.799 (sekitar Rp7,6 juta), sedangkan Honor Vision Pro akan dijual seharga ¥4.799 (sekitar Rp9,6 juta).

Saat ini, Huawei masih berfokus untuk pasar smart TV di negara asalnya, China. Belum diketahui kapan akan dijual secara global.

HarmonyOS belum siap untuk smartphone
HarmonyOS adalah upaya besar Huawei untuk mengurangi ketergantungannya pada sistem operasi Google Android. Sejak Google menangguhkan lisensi Android Huawei pada bulan Mei, perusahaan mulai terbuka rencananya untuk mengembangkan sistem operasi alternatif.

Sistem operasi buatan Huawei ini dapat bekerja diberbagai perangkat seperti PC dan tablet. Namun, saat ini perusahaan ingin fokus untuk menggunakannya pada Smart TV.

Huawei juga tidak menampik jika HarmonyOS bakal berjalan untuk ponsel, namun seperti dilansir dari Gagdets360, perusahaan asal China tersebut masih berencana menggunakan Android untuk saat ini.

Latest