Friday, July 19, 2019
Home News Telco TBIG Bukukan Pendapatan Rp1.036 Miliar di Q1

TBIG Bukukan Pendapatan Rp1.036 Miliar di Q1

-

Jakarta, Selular.ID – PT Tower Bersama Infrastructure, Tbk. (TBIG) berhasil mencatat pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp1.036 miliar dan Rp895,5 miliar untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2018. Jika triwulan pertama ini disetahunkan, maka total pendapatan dan EBITDA Perseroan mencapai Rp4.145 miliar dan Rp3.582 miliar.

TBIG memiliki 23.661 penyewaan dan 13.557 sites telekomunikasi per 31 Maret 2018. Sites telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 13.500 menara telekomunikasi dan 57 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 23.604, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,75.

“Pada kuartal pertama tahun 2018, kami bertumbuh secara organik sebanyak 643 penyewaan, yang terdiri dari 48 sites telekomunikasi dan 595 kolokasi. Pertumbuhan kolokasi yang signifikan ini berhasil meningkatkan rasio kolokasi menjadi 1,75 kali dari 1,71 kali di akhir tahun 2017,” ungkap Hardi Wijaya Liong, CEO TBIG

Hardi menambahkan, dengan kurang lebih 52% dari sites yang berada di luar Jawa, TBIG memiliki posisi yang baik untuk terus mengembangkan bisnisnya secara organik seriring dengan pelanggan telekomunikasi yang memadatkan jaringan mereka di seluruh negeri.

“Kami merasa nyaman dengan panduan pertumbuhan kami sebesar 2.500 penyewaan untuk tahun 2018,” imbuhnya.

Per 31 Maret 2018, total pinjaman kotor (gross debt) Perseroan, jika bagian pinjaman dalam mata uang US Dollar yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp18.084 miliar dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp12.138 miliar.

Dengan saldo kas yang mencapai Rp926 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp17.158 miliar dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) Perseroan menjadi Rp11.212 miliar. Menggunakan EBITDA kuartal pertama 2018 yang disetahunkan, rasio pinjaman senior bersih terhadap EBITDA adalah 3,1x dan pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 4,8x.

Helmy Yusman Santoso, CFO TBIG, menyampaikan bahwa, TBIG terus mematuhi strategi konservatif kami untuk melindung nilai seluruh utang kami dengan lindung nilai yang sesuai dengan jatuh tempo utang dan semua lindung nilai TBIG tetap efektif.

“Kreditur kami mendukung bisnis kami dan telah berkomitmen untuk menyediakan fasilitas utang yang memungkinkan kami untuk terus tumbuh baik secara organik maupun non-organik. Bahkan dengan pertumbuhan pendapatan yang kuat, leverage kami telah berkurang menjadi 4,8 kali, jauh di bawah covenant obligasi kami untuk tidak lebih dari 6,25x untuk rasio pinjaman kotor (pada tingkat lindung nilainya) terhadap EBITDA kuartal terakhir yang disetahunkan,” jelasnya

“Pada RUPS Tahunan kami baru-baru ini, kami mendapatkan persetujuan pembelian kembali saham kami. Kami akan terus aktif membeli kembali saham dari pasar ketika run-rate EV/EBITDA kami berada di bawah kisaran target kami. Berdasarkan EBITDA kuartal pertama 2018 yang disetahunkan (“run-rate EBITDA”), pinjaman bersih di kuartal pertama 2018 (dengan mempertimbangkan kontrak lindung nilai), dan kapitalisasi pasar (disesuaikan dengan 1,97% saham treasuri per akhir Maret 2018), run-rate EV/EBITDA adalah ~11x berdasarkan harga saham Rp5.000,” pungkas Helmy.

Latest