spot_img
BerandaNewsMarket UpdateFitur 4 Kamera Gairahkan Penjualan Smartphone

Fitur 4 Kamera Gairahkan Penjualan Smartphone

-

Jakarta, Selular.ID – Tren smartphone empat kamera kian booming dan membuat pasar smartphone semakin bergairah penjualannya.

Menurut Suryadi Willim, Marcom Manager Evercoss bahwa sejak hadirnya smartpnone berkamera empat geliat pasar di pusat penjualan smartphone kian tinggi. Indikasinya, penjualan naik hingga 30 %.

Konsumen dikatakan Suryadi lebih exicited dengan teknologi tersebut karena mereka bisa bereksprerimen melakukan aktivtas hobi fotografi.

Salah satu yang bisa dieksplore adalah efek bokeh yang biasa hanya bisa dihasilkan oleh kamera professional.

“Era sekarang adalah eranya smartphone berkamera empat. Konsumen mulai aware bahwa teknologi tersebut memberikan pengalaman baru dalam dunia fotografi smartphone. Apalagi smartphone tersebut harganya sekitar satu jutaan. Tren ini menjadi persaingan baru bagi para vendor,” ungkap Suryadi.

Lebih lanjut Suryadi mengatakan bahwa hadirnya smartphone berkamera empat membuat peta persaingan antar vendor mulai bergeser.

Jika sebelumnya berkutat masalah besaran resolusi, kini bertambah pada banyaknya lensa yang diadopsi oleh smartphone.

Smarpthone empat kamera yang beredar dewasa ini cukuplah banyak, mulai dengan harga satu jutaan hingga empat jutaan ke atas.

Salah satu smartphone yang bermain di harga satu jutaan adalah Evercoss 50A Max yang memiliki selling point kamera depan maupun belakang bisa menghasilkan foto bokeh.

“Biasanya kamera empat lensa diadopsi oleh smartphne high-end dengan harga di atas Rp4 jutaan. Namun, Evercoss mampu menghadirkan smartphone empat lensa dengan harga Rp1 jutaan, tepatnya, Rp1.250.000 dengan kualitas yang hampir sama. Ini sesuatu yang sangat membanggakan,” ungkapnya.

Baca juga: Ini 5 Peningkatan Evercoss U50A Max dari U50A Plus

Evercoss U50A Max diklaim sebagai smartphone empat kamera pertama di Indonesia dengan harga Rp1 jutaan.

“Animo terhadap U50A Max sangat tinggi. Terbukti secara revenue penjualan terus naik sekitar 50 %. Kota yang paling tinggi daya serapnya adalah Jabodetbek 22%, kemudian Jawa Barat 20%, Jawa Tengah 18%, Jawa Timur 21%, sisanya sekitar 19% tersebar di luar Jawa,” pungkas Suryadi.

Artikel Terbaru