Jakarta, Selular.ID – Untuk mendorong pemerataan pendidikan berkualitas hingga ke desa, pemerintah kabupaten (Pemkab) Banyuwangi bekerjasama dengan Ruangguru dalam pengadaan Ruangguru On-The-Go (OTG) untuk aktivitas belajar mengajar di setiap sekolah yang ada di Banyuwangi.

Pembelajaran berbasis digital ini dilakukan seiring dengan berjalannya program “Smart Kampung” yang memacu masuknya teknologi informasi di desa-desa di Banyuwangi.

Ruangguru On-The-Go merupakan solusi terbaru dari Ruangguru untuk mempermudah siswa untuk menonton video di ruangbelajar tanpa kuota internet. Platform ruangbelajar sendiri pertama kali diluncurkan di bulan September tahun 2017, dimana siswa dapat memilih learning journey berdasarkan kelas dan mata pelajaran.

Memiliki ribuan video materi dan pembahasan, latihan soal serta rangkuman berbentuk infografis yang menarik membuat ruangbelajar menjadi sarana belajar favorit. Hingga saat ini, Ruangguru memiliki lebih dari 7 juta pengguna dan aplikasinya menempati peringkat pertama untuk aplikasi kategori pendidikan di Google Play dan iOS App Store.

“Kami merasa sangat gembira dan mengapresiasi komitmen Banyuwangi yang berupaya meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak desa melalui instrumen berbasis teknologi. kerjasama ini selaras dengan visi Ruangguru yang ingin membantu memeratakan kualitas pendidikan di Tanah Air,” papar Belva Devara, CEO Ruangguru.

Baca juga: Selama 2017 Pengguna Ruangguru Tumbuh 5x Lipat

Sementara itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjelaskan, kolaborasi ini membuka akses seluas mungkin bagi pelajar desa untuk mendapatkan berbagai pembelajaran berbasis digital secara gratis.

“Selama ini yang bisa mendapat les tambahan atau bimbel (bimbingan belajar) hanya pelajar dari keluarga mampu di pusat kota. Sekarang pelajar dari keluarga kurang mampu di desa pun bisa mendapatkan bimbel berkualitas dengan metode belajar yang terstandarisasi,” papar Azwar Anas usai penandatanganan kesepakatan kolaborasi bersama Ruangguru di Balai Desa Sukonantar, Kecamatan Srono.

Menurut Azwar Anas, program ini disebut Kampung e-Learning dimana pelajar-pelajar di desa bisa belajar lewat sistem ini, yang tidak memiliki smartphone belajarnya akan di balai desa, sudah disiapkan agenda belajar bareng dengan sistem ini sehingga pelajar di desa tidak harus ke pusat kota untuk mendapatkan bimbel.

Anas menambahkan, program ini sebagai bagian untuk mensukseskan Nawacita Presiden Jokowi terkait komitmen membangun bangsa dari pinggiran. Acara ini selain dihadiri oleh Bupati Abdullah Azwar Anas, juga dihadiri jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi, pejabat eselon 1 dari sekretaris kabinet, kepala dinas pendidikan serta kepala sekolah SMP, SMA, SMK se-Kabupaten Banyuwangi.