Karyawan GOTO yang Terkena PHK Bisa Dapat Pendanaan Jika Mampu Buat Startup Baru

Startup
Startup

Selular.ID – Karyawan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) bakal dapat pendanaan jika mampu membuat startup sendiri.

Seperti kita ketahui, tahun 2022 jadi tahun yang kelam bagi perusahaan rintisan alias start-up karena banyak yang melakukan PHK.

Misalnya saja GOTO, Ruangguru, Zenius, LinkAja dan perusahaan lainnya melakukan PHK secara beruntun.

Tidak hanya di Indonesia, perusahaan raksasa teknologi di Amerika Serikat seperti induk Facebook yakni Meta, lalu Twitter hingga Microsoft juga melakukan PHK.

TONTON JUGA:

Namun seorang karyawan Meta yang terkena PHK, Nic Szerman justru mampu membuat startup miliknya sendiri bernama Nulink di bidang pembayaran berbasis blockchain.

Startup bentukannya yang dia buat ini mencari pendanaan ke akselerator startup Y Combinator dan dana kripto Andreessen Horowitz.

Baca juga: Ternyata Ada Startup yang Untung hingga Rp4 Triliun, Lampaui Gojek

Akan tetapi, Y Combinator menolak melakukan pendanaan untuk usaha rintisan itu dan tidak ada kabar dari Andreessen Horowitz.

Meski demikian modal ventura tahap awal lainnya berminat membiayai startup miliknya.

“Saya memberi tahu investor bahwa kami akan mengobrol dalam dua atau tiga bulan,” kata pria berusia 24 tahun itu, melansir Reuters, Selasa (3/1/2023) waktu setempat.

“Saya akan berfokus pada penskalaan sistem sekarang.”

“Meskipun kedengarannya berlawanan dengan intuisi, PHK ini membuat saya berada dalam posisi yang sangat baik,” ujar dia.

“Sebab, saya tidak perlu membayar kembali bonus masuk, mendapat gaji empat bulan, dan sekarang saya punya waktu untuk fokus pada proyek sendiri.”

Adalah perusahaan modal ventura di San Fransisco, Day One Ventures yang berinisiatif mendanai startup korban PHK pada bulan November lalu.

Day One Ventures menyediakan dana US$ 2 juta untuk 20 startup buatan korban PHK.

Dengan begitu, setiap perusahaan rintisan terpilih akan mendapatkan US$ 100 ribu atau sekitar Rp1,56 miliar.

“Jika kami hanya menemukan satu unicorn, itu hampir mengembalikan dana, yang menurut saya merupakan peluang yang sangat unik bagi kami sebagai pengelola dana,” kata Co-Founder Day One Ventures Masha Bucher.

“Melihat siklus ekonomi terakhir, perusahaan seperti Stripe, Airbnb, Dropbox tumbuh di tengah krisis,” tambah dia.

Indonesia Juga Ada

Baca juga: Catatan Akhir 2022, Bubble Burst Buat Startup Lakukan PHK