SHARE

Lenovo OfficeJakarta, Selular.ID – Kerasnya pertarungan antar pabrikan device membuat sebagian vendor mencatat kinerja kurang menggembirakan. Salah satunya adalah Lenovo Group.

Tercatat, Lenovo Group menderita kerugian sebesar USD 72 juta sepanjang kuartal pertama 2017. Perusahaan menyebutkan bahwa kerugian itu disebabkan oleh kenaikan biaya dalam bisnis mobile dan PC, sebagai akibat kekurangan komponen.

Kerugian yang dialami oleh Lenovo itu adalah yang pertama dalam dua tahun terakhir. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Lenovo masih mencatat laba bersih USD 173 juta. Sementara pendapatan tetap datar sebesar USD 10 miliar .

Selama kuartal terakhir 2016, Lenovo meluncurkan produk baru termasuk Moto Z2, smartphone modular yang terbilang inovatif dan menjadi hits di kalangan pengguna. Namun hal itu menyebabkan peningkatan biaya pemasaran dan branding yang sangat signifikan.

Meski menderita kerugian, pengiriman smartphone Lenovo Group pada periode tersebut mencapai 11 juta. Dua kawasan masing-masing Eropa Barat dan Amerika Latin mencatat peningkatan penjualan terbesar. Pengiriman di pasar tersebut meningkat 137 persen dan 56 persen masing-masing dari tahun ke tahun.

Pendapatan untuk grup bisnis bergerak (MBG), yang mencakup ponsel bermerek Moto dan Lenovo, juga melonjak di luar China, mencapai $ 1,7 miliar, meningkat 7,6 persen dari tahun ke tahun.
Perusahaan menambahkan bahwa pihaknya mencapai tujuannya untuk “menjual 3 juta smartphone Moto Z dalam 12 bulan pertama”.

Terlepas dari kerugian tersebut, chairman dan CEO Lenovo Yang Yuanqing sangat optimis terhadap pencapaian selama ini.

“Kami telah membuat kemajuan yang solid di setiap lini strategi. Terutama MBG terus membaik, dan berada pada jalur untuk impas pada paruh kedua tahun ini. Kelompok data center juga mendapatkan momentum yang baik. Seiring laju pertumbuhan mesin baru, kami yakin hasil yang berkelanjutan akan segera menyusul”, ujar Yang Yuanqing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here