BYOD, Tantangan Terbesar Perusahaan Indonesia

Ilustrasi Organisasi Membutuhkan Strategi Data yang Lebih Terpusat
Ilustrasi Organisasi Membutuhkan Strategi Data yang Lebih Terpusat
Ilustrasi Organisasi Membutuhkan Strategi Data yang Lebih Terpusat

Jakarta, Selular.ID – Menurut VMware Digital Workspace Study, Bring Your Own Device atau yang biasa kita kenal dengan istilah BYOD membawa para pekerja yang tadinya menjalankan berbagai aktivitas terkait bisnis di kantornya saja, ke dalam era yang sangat mobile. Namun, tren BYOD justru menjadi tantangan untuk Indonesia karena banyak faktor dan kultur bisnis di Tanah Air yang tidak sama.

Betapa tidak, sebab 1 di antara 3 pekerja di Indonesia (34 persen) ternyata menggunakan perangkat pribadi mereka untuk bekerja tanpa sepengetahuan dan tanpa mendapatkan persetujuan dari tim TI perusahaan terlebih dahulu.

Menurut Santoso Suwignyo, Senior Director of Technical Services, Southeast Asia dan Korea, VMware, keamanan menjadi isu yang paling krusial dalam tren BYOD karena setiap karyawan bebas menggunakan perangkat apa pun tanpa sadar jika aktivitasnya dipantau oknum yang tidak bertanggung jawab.

Isu keamanan dalam tren BYOD berkaitan erat dengan fokus perusahaan dalam memberikan perhatian terhadap tren itu.

Indonesia masih berada dalam tahap opportunistic, yaitu menerapkan BYOD dalam pekerjaan, tetapi tidak mendapat pengawasan langsung dari tempat ia bekerja. Di sisi lain, bekerja dengan perangkat milik pribadi belum tentu sejalan dengan kebijakan perusahaan, terutama berkaitan dengan sistem keamanan.

“End-user menginginkan sistem yang simple namun efisien dalam mengakses beragam aplikasi yang mereka butuhkan. Sementara, bagian TI utamanya sangat mementingkan kepastian kontrol dan keamanan. Seringkali pihak perusahaan hanya sekadar menerapakan sistem keamanan yang berorientasi pada tingkat kemudahan dalam penggunaannya,” kata Santoso.

Tantangan yang muncul dari penerapan BYOD tidak sekadar pada persoalan keamanan. Sebanyak 70 persen responden Indonesia mengatakan bahwa mereka menghadapi masalah ketika hendak mengakses aplikasi-aplikasi pendukung kerja. Problem teratas antara lain adalah “terlalu banyak password yang harus diingat” (32 persen) dan “aplikasi tidak dapat diakses sempurna di perangkat yang berlainan” (28 persen).

Oleh karena itu, sebuah perusahaan diharapkan bisa menerapkan sebuah standar terhadap konsep BYOD yang ada. Dengan begitu, setiap perangkat yang digunakan untuk mengakses data penting perusahaan bisa diawasi dengan seksama, dan secara langsung mengubah konsep dari BYOD menjadi CYOB (Choose Your Own Device).