Ilustrasi BYOD
Ilustrasi BYOD
Ilustrasi BYOD

Jakarta, Selular.ID – Lingkungan kerja dan lanskap perangkat setelah memasuki era Bring Your Own Device (BYOD) telah berubah. Satu dekade silam, mobilitas berarti hanya memeriksa email pada perangkat BlackBerry, jauh dari PC desktop. Namun sekarang, tren komputasi mobile untuk bisnis sedang hangat diperbincangkan.

Menurut riset yang dilakukan oleh Enterprise Strategy Group (ESG), atas nama Citrix, 87 persen dari organisasi menganggap komputasi mobile sangat penting untuk bisnis mereka. Diikuti, hampir 32 persen dari profesional TI percaya bahwa perangkat mobile sangat penting bagi proses bisnis dan produktivitas organisasi.

Para analis memperkirakan pasar global BYOD tumbuh dengan Tingkat Pertumbuhan Tahunan Gabungan/Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 25,32 persen dari 2014 sampai 2019 dengan peningkatan jumlah platform mobile menjadi pemicu pertumbuhan utama.

Saat ini, ada begitu banyak variasi dan jumlah perangkat bisnis. Bukan hal yang aneh jika seseorang memiliki dua atau lebih perangkat saat bersamaan. Namun, menurut Mark Micallef, Area Vice President Citrix ASEAN, peningkatan jumlah perangkat di pasar saat ini telah membuat pemeliharaan keamanan berbagai perangkat dengan kepemilikan berbeda menjadi tantangan.

“Data perusahaan yang sensitif berada di perangkat yang sama dengan data pribadi,” kata Mark.

Di samping itu, ada juga kekhawatiran mengenai konsistensi dalam memberikan akses yang aman ke jaringan perusahaan pada perangkat apapun, tanpa menambah hambatan dan ketidaknyamanan yang dapat mempengaruhi produktivitas karyawan dan kelangsungan usaha. (bda)

Baca juga :  Counterpoint: MediaTek Rajai Pasar Chipset Smartphone
Berita sebelumyaHuawei Segera Rilis Honor 4C di Indonesia
Berita berikutnyaRombak Store, Samsung Masih Andalkan Penjualan Offline