Sunday, June 16, 2019
Home News Enterprise Riset: Penggunaan Robot Kolaboratif Terus Meningkat

Riset: Penggunaan Robot Kolaboratif Terus Meningkat

-

robot-kolaboratif

Jakarta, Selular.ID – World Robotics Report 2016 yang dikeluarkan Federasi Robotika Internasional (International Federation of Robotics/IFR) memperkirakan bahwa robot kolaboratif ringkas yang ramah pengguna akan menjadi pendorong utama di pasar otomatisasi.

Dalam laporan ini diprediksi bahwasanya penjualan tahunan robot industri di seluruh dunia akan meningkat setidaknya rata-rata 13% per tahun dari tahun 2017 hingga 2019. Kolaborasi antara manusia dan robot akan mengalami “terobosan” selama periode tersebut, yang dengan kolaborasi ini robot dan manusia dapat bekerja berdampingan dengan aman tanpa suatu pembatas, dengan tetap meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi.

Seiring dengan itu, Chief Commercial Officer Universal Robots, Daniel Friis, mengatakan sebagai pemimpin pasar industri cobot, Universal Robots menyambut laporan yang menegaskan keabsahan misi kami: menghilangkan pembatas dan memungkinkan otomatisasi di area-area yang sebelumnya dianggap terlalu kompleks atau mahal.

“Lebih dari 10.000 cobot kami yang saat ini digunakan di seluruh dunia menggambarkan potensi pertumbuhan dramatis teknologi otomatisasi yang sangat berpengaruh. Kami memungkinkan perusahaan kecil dan menengah (UKM) untuk mengoptimalkan daya saing mereka di panggung global dengan periode balik modal yang terdepan di industri ini,” lanjutnya.

Bidang industri yang diprediksi oleh IFR akan semakin banyak mengadopsi cobot antara lain adalah industri otomotif, plastik, perakitan elektronik dan peralatan mesin. Industri-industri ini merupakan sektor utama di Asia Tenggara, di mana Universal Robots pun melihat suatu traksi yang kuat.

“Robot-robot UR kini semakin dikerahkan pada jalur perakitan mobil, bekerja sama dengan para karyawan, dengan membebaskan karyawan-karyawan tersebut dari tugas ergonomis yang tidak diminati. Kami memiliki beberapa studi kasus terbaru yang mendokumentasikan bagaimana cobot meningkatkan produksi injection molding hingga empat kali lipat, dan bagaimana robot table-top UR3 baru kami sekarang menjadi peralatan otomatisasi yang dicari untuk perakitan ringan, seperti penanganan papan sirkuit,” kata Friis.

Di wilayah Asia, IFR memperdiksikan pertumbuhan robot yang kuat dan berkesinambungan, yang laporan terbaru menunjukkan kenaikan pasokan robot tahun ini sebesar 18 persen, sementara instalasi diperkirakan akan meningkat sebesar 15 persen. Tiongkok diperkirakan tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan robot, dan akan memperluas dominasinya dengan hampir 40 persen dari pasokan robot global diinstalasi di Tiongkok pada tahun 2019.

“Asia merupakan area fokus yang kuat bagi Universal Robots. Kami membuka anak perusahaan di Shanghai pada tahun 2013 dan terus memperluas jaringan distributor kami ke wilayah-wilayah di mana para pelanggan semakin banyak menggunakan cobot kami untuk mengoptimalkan kualitas produk dan mengotomatisasi tugas-tugas berulang yang sulit untuk diisi oleh tenaga kerja manual di banyak pabrikan,” tutur Friis.

Menurut Friis, permintaan terhadap barang-barang konsumen di seluruh pasar global mendorong produsen untuk menghasilkan produk-produk inovatif yang berkualitas tinggi dengan lebih cepat, konsisten, dan berkelanjutan di seluruh dunia.

“Untuk memenuhi permintaan terhadap solusi cobot fleksibel yang terus bertumbuh, Universal Robots baru saja meluncurkan Universal Robots+, sebuah showroom online end-effector, software, periferal dan aksesoris dari ekosistem pengembang pihak ke-3 UR, yang dioptimalkan untuk bekerja sempurna dengan robot-robot UR. Hal ini memungkinkan para integrator, distributor dan pelanggan UR untuk dapat langsung memanfatkan fungsi robot UR mereka segera setelah selesai diinstalasi,” tandas Friis.

Selain itu, terdapat UR Academy baru, yang melengkapi Universal Robots+, yang menghadirkan modul-modul e-learning gratis yang tersedia untuk umum. Modul-modul tersebut merupakan pelatihan pemrograman dasar untuk robot-robot UR. Pelatihan antara lain mencakup cara menambahkan end-effector, menghubungkan I/Os  untuk komunikasi dengan perangkat eksternal, serta mengatur zona aman. Universal Robots berharap inisiatif ini dapat membantu mendukung Industry 4.0.

“Penyediaan modul-modul pengajaran praktis dan interaktif seperti ini, yang tersedia secara gratis tanpa memerlukan lisensi, belum pernah terjadi sebelumnya di industri ini. UR Academy menawarkan suatu cara yang bermanfaat dalam membantu kami mengedukasi pasar tentang bagaimana teknologi kami dapat mengatasi tantangan-tantangan bisnis utama. Seiring dengan persiapan Asia Tenggara untuk menjadi pusat manufaktur dunia, mendidik operator dan programmer masa depan sekarang ini guna menjembatani kesenjangan tersebut, menjadi semakin penting,” pungkas Friis.

Latest