Solusi GIRC Untuk Tantangan Smart City di Indonesia

lugas-satrio

Jakarta, Selular.ID – DKI Jakarta sebagai kota Metropolitan dengan pertumbuhan urbanisasi yang cukup besar di Indonesia menjadi sumber beragam masalah di mana membutuhkan pengelolaan yang baik dan terencana. Salah satu konsep pengelolaan yang kini tengah diterapkan adalah melalui smart city.

Blue Power Technology (BPT), penyedia solusi dan layanan TI, kemudian meluncurkan Government Interactive Response Center (GIRC), solusi dan layanan berbasis Intelligent Operations Center (IOC) milik IBM untuk membantu pemerintah wujudkan kota cerdas.

GIRC menjadi solusi bagi pemerintah kota dalam mengelola wilayah dan memonitor performa seluruh aparat agar dapat memberikan pelayanan lebih baik terhadap warga. Inisiatif ini datang dari ramainya keluhan publik terkait permasalahan yang umum terjadi di perkotaan seperti kemacetan, kriminalitas, banjir, pemborosan energi dan insiden tertentu yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan warga.

Melalui solusi ini, pemerintah dapat menyelesaikan permasalahan di satu kota, berinteraksi dengan warga, meningkatkan responsifitas terhadap keluhan warga, dan memantau kinerja aparat.

“Solusi GIRC didesain untuk menciptakan layanan pemerintah kepada publik secara transparan dan responsif. Solusi ini juga tepat digunakan oleh organisasi atau perusahaan yang mengelola gedung, perumahan,atau kawasan industri lainnya untuk membantu pengelolaannya secara lebih pintar,” ujar Lugas M Satrio, President Director BPT.

Solusi GIRC ini tengah diimplementasikan di lingkungan Pemerintah Kota DKI Jakarta yang sedang gencar mengkampanyekan program kota cerdasnya sejak meluncurkan situs www.smartcity.jakarta.go.id awal tahun 2015.

Pemkot Jakarta, menurut Setiaji Kepala Smart City Jakarta, memiliki impian untuk mengintegrasikan berbagai layanan umum, seperti transportasi dan kondisi cuaca, dengan pusat komando dan kontrol yang kini diberi nama Jakarta Smart City Lounge. Pusat komando ini akan memonitor dinamika masyarakat dan mendeteksi keadaan darurat maupun penyimpangan seperti parkir liar dengan bantuan CCTV dan aplikasi untuk menampung keluhan publik, seperti Twitter dan Qlue.