SHARE

image

Jakarta, Selular.ID – Dengan menjamurnya layanan aplikasi pemesanan transportasi online, mulai dari ojek, taksi, hingga mobil pribadi. Ada yang beranggapan bahwa ini merupakan salah satu cara yang dilakukan layanan transportasi online untuk menaikkan nilai sahamnya ketika akan dijual nanti.

Namun hal itu dibantah Nadiem Makarim Ceo and Co Founder Go-Jek, menurutnya layanan transportasi online yang ia buat merupakan kerja keras yang telah dia lakukan bertahun-tahun.

“Orang mengenal saya karena Go-Jek, jadi tidak mungkin-lah kalau nanti sudah besar saya akan mencari investor, ini saja Go-Jek sudah besar, saya malah terus hadirkan layanan terbaru, tidak cari-cari investor” ujar Nadiem

Disingung mengenai kedatangan Google beberapa waktu lalu, Nadiem menuturkan kalau itu hanya untuk keperluan Google dalam hal dokumentasi bagaimana Google telah membantu perusahaan seperti Go-Jek.

Menurut Nadiem layanan Google memang menjadi bagian dari aplikasi Go-Jek. Layanan Google Maps sudah terintegrasi di dalam aplikasi Go-Jek, dengan use current Locations  memudahkan pengguna menemukan lokasi dia berada.

“Jadi tidak benar ya Go-Jek akan di beli Google atau yang lain, ini karya anak bangsa yang membuat kita semua bangga,” kata Nadiem.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here