23 August 2014 10:00
Kegiatan spamming melalui berbagai media jejaring sosial makin menguat seiring menjamurnya aktivitas masyarakat berkomunikasi di dunia maya. Adanya spam bisa dipastikan hampir selalu merugikan para penerimanya. Demi mengamankan penggunanya, Twitter punya jurus jitu yakni dengan meluncurkan sistem anti-spam bernama BotMaker.

Kontribusi BotMaker dinilai memuaskan, karena mampu menekan hingga 40 persen dalam spam metric Twitter sendiri sejak diperkenalkan.

Menurut Twitter, salah satu kesulitan yang dihadapi dalam memerangi konten yang tidak diinginkan adalah bahwa spammer “tahu (hampir) segala sesuatu” tentang langkah-langkah balasan dari developer API. Sifar real-time dari Twitter mengindikasikan bahwa setiap sistem harus beroperasi tanpa menambahkan latency (selisih waktu) ke layanan tersebut.

BotMaker diatur dalam tiga skema, yakni mencegah pembuatan konten spam, mengurangi jumlah waktu spam yang terlihat di Twitter, mengurangi waktu reaksi terhadap serangan spam baru. Prosesnya dibagi menjadi tiga waktu yang berbeda termasuk real-time, hampir bersamaan (near real time), dan berkala (offline).

Sintaks di BotMaker dirancang sedemikian ringkas agar mampu dipahami manusia, modular, dan cepat disebarkan. Tujuannya, supaya Twitter segera bereaksi terhadap serangan spam dalam beberapa menit, bukan jam atau hari seperti sebelumnya.

Berikut di bawah ini adalah grafik yang menunjukkan penurunan aktivitas spam di Twitter, setelah mengandalkan BotMaker : (Choi)

 selular18767730920140822102118
Sumber : https://blog.twitter.com/