19 August 2013 17:30
Pemerintah Korea Selatan telah merumuskan sejumlah kebijakan untuk antisipasi mengurangi pencurian ponsel. Sebagai wujudnya, Departemen Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) Korea Selatan memberi mandat kepada para vendor dan mewajibkan semua smartphone yang dijualnya sudah dibenamkan software “Kill Switch” ke dalam sistem operasi atau firmware pada paruh pertama 2014. Fitur ini secara remote akan mengunci, menghilangkan, atau bahkan menonaktifkan setiap smartphone/tablet yang dilaporkan telah dicuri, tanpa merusak sistem.

Teknologi saat ini, smartphone hanya diblokir dari penggunaan jaringan di dalam negeri saja. Namun kill switch dapat bekerja secara cepat saat telepon terhubung ke koneksi internet, termasuk WiFi atau jaringan selular luar negeri. Remote kunci akan terlepas jika smartphone sudah ditemukan.

Mengutip data dari Badan Kepolisian Nasional, jumlah pencurian ponsel pintar di Korea Selatan sendiri meningkat hampir enam kali lipat, dari 5.575 pada 2009 menjadi 31.075 pada tahun 2012.

Salah satu vendor, Pantech mulai menginstal perangkat lunak yang dikembangkan sendiri bernama V Protection ke dalam smartphone pada bulan Februari lalu, dan menjanjikan bakal secara bertahap meningkatkan fitur tersebut. V Protection memungkinkan pengguna untuk mengunci ponsel atau menghapus semua data secara jarak jauh, tanpa memulihkannya kembali. (Choiru Rizkia)

 

Sumber : www.cellular-news.com