Selular.ID – Pos Indonesia atau PosIND menegaskan peran layanan pos di tengah perubahan ekosistem komunikasi dan perdagangan digital saat memperingati Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi (Postel) ke-81 di Bandung, Jawa Barat, Minggu, 27 September 2026.
Momentum tersebut menjadi ruang bagi PosIND untuk memperkuat komitmen terhadap transformasi digital sekaligus melihat pertumbuhan e-commerce sebagai peluang pengembangan bisnis logistik.
Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 digelar di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, dengan mengusung tema “Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat”.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan tersebut dihadiri pemangku kepentingan sektor pos, telekomunikasi, industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta para veteran.
Direktur Manajemen Risiko PosIND Rosmanidar Zulkifli yang mewakili Direktur Utama Pos Indonesia dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan terhadap layanan pos.
Menurutnya, meluasnya perdagangan elektronik justru membuka ruang bagi PosIND untuk memperluas peran dalam rantai logistik.
“Di era sekarang kita memang bersaing dengan digital yang semuanya serba WhatsApp dan serba email, tapi peran Pos sendiri justru juga ada kesempatan di situ, karena e-commerce semakin luas juga makin banyak,” ujar Rosmanidar, seperti dikutip dari keterangan Pos Indonesia.
Menurut Rosmanidar, pertumbuhan e-commerce dapat menjadi peluang bagi PosIND untuk mendukung platform digital yang memiliki keterbatasan jaringan cabang maupun armada.
Pos Indonesia dapat berperan sebagai bagian dari jaringan distribusi untuk membantu pengiriman barang dari platform perdagangan elektronik kepada pelanggan di berbagai wilayah.
PosIND sendiri memiliki sejarah panjang sebagai perusahaan yang menjalankan layanan pos nasional. Perubahan pola komunikasi dari surat fisik menuju layanan digital membuat perusahaan melakukan transformasi terhadap model bisnisnya.
Dalam laporan tahunan 2024, Pos Indonesia menyebut penguatan fondasi digitalisasi layanan sebagai bagian dari transformasi berkelanjutan perusahaan. Salah satu sasaran yang dicantumkan adalah menjadi salah satu dari tiga penyedia jasa kurir domestik teratas untuk kebutuhan e-commerce.
Perubahan tersebut menempatkan jaringan fisik Pos Indonesia dan teknologi digital dalam satu ekosistem.
Layanan logistik tidak hanya berkaitan dengan pengiriman surat dan paket, tetapi juga menjadi bagian dari rantai perdagangan elektronik yang membutuhkan jaringan distribusi dari penjual hingga konsumen.
Konteks tersebut sejalan dengan pesan pemerintah dalam Hari Bhakti Postel ke-81. Ditjen Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa pembangunan konektivitas digital tidak berhenti pada perluasan akses internet.
Infrastruktur digital juga harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, termasuk untuk aktivitas ekonomi, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sosial.
Angga Raka Prabowo mengatakan pembangunan konektivitas perlu dilihat dari manfaat yang muncul setelah masyarakat terhubung.
Pemerintah menilai kualitas koneksi dan pemanfaatannya menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.
Bagi PosIND, konektivitas digital tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan distribusi barang.
Ketika aktivitas perdagangan berpindah semakin banyak ke kanal digital, kebutuhan terhadap jaringan logistik yang mampu menjangkau konsumen tetap berjalan secara fisik.
Rosmanidar juga menekankan peran Pos Indonesia dalam melayani wilayah pelosok. Jaringan distribusi Pos Indonesia tidak hanya mengandalkan transportasi darat, tetapi juga menggunakan jalur udara dan laut untuk menjangkau berbagai wilayah Indonesia.
Peran tersebut menjadi salah satu konteks yang dipertahankan perusahaan ketika beradaptasi dengan perubahan teknologi dan pola konsumsi masyarakat.
Transformasi digital PosIND karena itu tidak semata-mata berarti mengganti layanan konvensional dengan aplikasi atau kanal elektronik.
Transformasi juga berkaitan dengan bagaimana jaringan fisik yang sudah dimiliki perusahaan dapat terhubung dengan kebutuhan ekonomi digital.
Pada sisi industri, Hari Bhakti Postel ke-81 juga menempatkan kolaborasi sebagai bagian penting dari pengembangan konektivitas nasional.
Peringatan tahun ini dikoordinasikan Asosiasi Pengembangan Infrastruktur dan Menara Telekomunikasi (Aspimtel) bersama komunitas industri ICT dan digital.
Rangkaian kegiatannya telah berlangsung sejak Agustus 2026 dan melibatkan pelaku industri serta masyarakat.
Ketua Umum Aspimtel sekaligus Ketua Umum Panitia Hari Bhakti Postel ke-81 Theodorus Ardi Hartoko menyebut inklusivitas digital membutuhkan keterlibatan berbagai elemen ekosistem.
Menurutnya, integrasi antara pelaku industri dapat mendukung perluasan konektivitas sekaligus aktivitas ekonomi yang ditopang infrastruktur digital.
Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 juga kembali mengingatkan sejarah pengambilalihan Jawatan Pos, Telegraf, dan Telepon (PTT) di Bandung oleh Angkatan Muda PTT pada 27 September 1945. Peristiwa tersebut menjadi dasar peringatan Hari Bhakti Postel setiap 27 September.
Delapan puluh satu tahun kemudian, tantangan sektor tersebut telah berubah. Jika pada masa awal kemerdekaan infrastruktur komunikasi menjadi bagian dari perjuangan mempertahankan kedaulatan, kini fokusnya bergeser pada kemampuan Indonesia membangun, menguasai, dan memanfaatkan teknologi digital untuk kepentingan masyarakat.
Bagi PosIND, perubahan itu berlangsung bersamaan dengan bergesernya pola komunikasi dan pertumbuhan perdagangan elektronik.
Perusahaan melihat perkembangan e-commerce bukan hanya sebagai perubahan perilaku konsumen, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat fungsi logistik melalui jaringan yang telah dimiliki.
Arah tersebut membuat transformasi digital dan penguatan jaringan distribusi berjalan beriringan.
PosIND tetap mempertahankan fungsi layanan pos dan logistik, sembari membuka peluang kerja sama dengan ekosistem perdagangan digital yang membutuhkan dukungan distribusi hingga berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: Pos Indonesia Sesuaikan Rute Pengiriman Dampak Abu Vulkanik


