Selular.ID -

Data Center AI Rp3,5 Triliun Disetop KDM, Soroti Kebutuhan 33 Juta Liter Air

BACA JUGA

Selular.ID – Pembangunan data center AI BDX di kawasan Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, dihentikan sementara.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyebut sejumlah persyaratan pembangunan proyek bernilai investasi Rp3,5 triliun tersebut, termasuk AMDAL dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), masih dalam proses.

Penghentian sementara ini terjadi di tengah sorotan terhadap besarnya kebutuhan sumber daya data center AI, terutama air.

Ketika dikembangkan penuh, kebutuhan air fasilitas tersebut disebut dapat mencapai sekitar 33 juta liter per hari.

Baca juga:

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat Adi Komar menegaskan Pemprov Jabar pada prinsipnya mendukung investasi dan pembangunan data center.

Namun, proyek berskala besar tetap harus memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

“Tentunya Pemprov Jabar mendukung pembangunan yang ada. Namun ada beberapa hal yang kita juga concern terhadap kaidah-kaidah dan pemenuhan ketentuan yang berlaku karena ini kan skalanya cukup besar,” kata Adi yang Selular kutip dari Detik Jabar, Selasa (29/9/2026).

Data Center AI BDX Berkapasitas hingga 640 MW

Data center AI BDX di Jatiluhur saat ini berada di atas lahan sekitar 8.000 meter persegi dengan rencana pengembangan mencapai 11 hektare.

Investasinya mencapai sekitar Rp3,5 triliun, dengan kapasitas listrik awal 120 megawatt (MW) dan potensi pengembangan hingga 640 MW.

Selain investasi besar, fasilitas tersebut diproyeksikan membuka lapangan pekerjaan secara bertahap bagi sekitar 2.000 hingga 3.000 orang.

Namun skala proyek tersebut juga membuat kebutuhan energi dan air menjadi perhatian pemerintah daerah serta DPRD Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai kebutuhan air data center harus dihitung secara terperinci sejak awal agar tidak mengganggu kebutuhan sektor lain, terutama pertanian yang bergantung pada sistem irigasi Waduk Jatiluhur.

Butuh Air hingga 33 Juta Liter Sehari

Berdasarkan penjelasan yang diterima Dedi, kebutuhan air data center tersebut ketika mencapai kapasitas tertentu diperkirakan sebesar 384 liter per detik (LPS) atau sekitar 0,4 meter kubik per detik.

Jika dihitung dalam satu hari, konsumsi tersebut dapat mencapai sekitar 33 ribu meter kubik atau 33 juta liter air.

Kebutuhan air tidak langsung mencapai angka maksimal. Pada tahap awal, konsumsi diperkirakan sekitar 6.000 meter kubik per hari sebelum meningkat mengikuti pengembangan fasilitas.

Air disebut tetap berasal dari Jatiluhur, tetapi disalurkan melalui PDAM.

“Kalau ini kan ngambilnya tetap dari Jatiluhur, tapi masuk di PDAM. Maksudnya ngambil airnya dari Jatiluhur, masuknya ke PDAM, beli airnya dari PDAM,” ujar Dedi Mulyadi.

Ia menekankan perhitungan harus mempertimbangkan alokasi air untuk berbagai kebutuhan, termasuk pertanian.

“Kita objektif aja. Berapa kebutuhannya?” tegas pria yang akrab disapa KDM tersebut.

Jangan Sampai Data Center Geser Kepentingan Petani

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Maulana Yusuf Erwinsyih meminta pemerintah membuka secara transparan manfaat sekaligus risiko pembangunan data center AI BDX.

Menurutnya, potensi ekonomi berupa investasi dan penciptaan lapangan kerja perlu dibandingkan dengan kebutuhan sumber daya serta kemungkinan dampak lingkungan.

“Seharusnya pemerintah membuka ke publik plus-minus data center AI tersebut. Keuntungannya bagaimana dan kerugiannya bagaimana,” ujarnya.

Ia turut menyoroti potensi dampak dari konsumsi air, air buangan, kebisingan hingga emisi karbon.

Hal yang dinilai krusial adalah memastikan kebutuhan industri data center tidak menggeser kepentingan petani yang selama ini bergantung pada irigasi Waduk Jatiluhur.

AMDAL dan PBG Jadi Sorotan

Maulana juga mengungkapkan banyak anggota DPRD Jawa Barat lintas komisi belum mengetahui secara mendalam mengenai proyek tersebut.

Menurutnya, DPRD seharusnya memperoleh informasi mengenai aspek perizinan, AMDAL, pembangunan hingga mekanisme manfaat proyek bagi masyarakat.

Koordinasi dinilai tidak boleh berhenti pada persoalan administratif. Potensi dampak harus dipetakan sebelum fasilitas beroperasi agar pemerintah memiliki langkah mitigasi sejak awal.

Dengan kebutuhan infrastruktur AI yang terus melonjak, proyek data center AI BDX Jatiluhur menggambarkan tantangan baru transformasi digital Indonesia.

Investasi triliunan rupiah dan ribuan lapangan pekerjaan memang menjanjikan manfaat ekonomi.

Namun, kebutuhan listrik hingga ratusan megawatt dan potensi konsumsi air puluhan juta liter per hari membuat pembangunan data center AI tak lagi sekadar persoalan teknologi, tetapi juga menyangkut energi, lingkungan dan keberlanjutan sumber daya masyarakat sekitar.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU