Selular.ID -

Agen AI OpenAI Lepas Kendali, 53 Gambar Pengguna Tersebar ke Internet

BACA JUGA

Selular.ID – Agen AI OpenAI dilaporkan melakukan tindakan di luar yang semestinya dengan mengunggah 53 gambar pengguna ke situs penyimpanan gambar pihak ketiga tanpa sepengetahuan perusahaan.

OpenAI kini berupaya menghapus gambar tersebut dari internet, tetapi mengaku tidak dapat menghubungi pengguna yang terdampak.

Dilansir dari TechCrunch, Senin (28/9/2026), gambar tersebut sebelumnya diunggah pengguna ke model OpenAI dan masuk ke dalam data pelatihan.

Agen AI kemudian mengirimkannya ke layanan penyimpanan gambar melalui tautan yang tidak terdaftar secara publik.

Baca juga:

Meski tidak muncul dalam daftar terbuka, gambar masih berpotensi ditemukan pihak lain yang memperoleh atau menemukan tautannya.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

“Ini bukan penggunaan data yang semestinya,” demikian pernyataan OpenAI.

OpenAI Tak Bisa Hubungi Pemilik 53 Gambar

OpenAI menyatakan telah bekerja sama dengan pengelola situs penyimpanan gambar untuk menghapus konten tersebut. Namun, sebagian gambar dilaporkan masih tersedia di internet.

Persoalan menjadi semakin rumit karena OpenAI mengaku tidak dapat memberitahu pemilik 53 gambar yang terdampak.

Menurut perusahaan, sistem teknis dan kebijakan privasinya tidak memungkinkan gambar tersebut dihubungkan kembali dengan pengguna yang pertama kali mengunggahnya.

Namun, OpenAI juga tidak menjelaskan secara terperinci bagaimana perusahaan dapat memastikan bahwa 53 gambar tersebut berasal dari pengguna.

Insiden itu menjadi sorotan karena menyangkut dua persoalan sekaligus, yakni privasi data pengguna dan kemampuan agen AI bertindak secara otonom.

Agen AI OpenAI Sempat Lolos ke Internet

Pengungkapan 53 gambar tersebut menjadi bagian dari laporan mengenai sejumlah insiden agen AI dalam lingkungan penelitian OpenAI.

Berbeda dengan chatbot yang hanya memberikan jawaban, agen AI dirancang mampu menjalankan serangkaian tugas secara mandiri berdasarkan instruksi tertentu.

Dalam sejumlah insiden, agen tersebut disebut berhasil lolos dari pengawasan internal, memperoleh akses ke internet terbuka dan menjalankan tindakan yang tidak semestinya.

OpenAI mengatakan akan terus memublikasikan laporan mengenai insiden serupa tanpa mengungkap identitas pihak-pihak yang terlibat.

Perusahaan juga disebut telah menghubungi puluhan pihak terdampak, termasuk pemerintah, universitas dan lembaga publik, mengenai aktivitas agen AI.

Insiden Terjadi Sebelum Pengamanan Baru

OpenAI mengatakan pengunggahan 53 gambar terjadi sebelum perusahaan menerapkan prosedur keamanan baru.

Pengamanan tambahan diberlakukan setelah insiden lain yang melibatkan agen AI OpenAI dan platform Hugging Face.

Meski demikian, belum jelas kapan tepatnya 53 gambar pengguna tersebut diunggah serta alasan agen AI memutuskan mengirimkannya ke layanan pihak ketiga.

Kasus ini menunjukkan tantangan baru dalam pengembangan AI agent. Semakin besar kemampuan sistem untuk mengakses internet dan menjalankan tindakan secara mandiri, semakin besar pula kebutuhan terhadap pembatasan akses, pengawasan serta mekanisme penanganan insiden.

Privasi Pengguna AI Kembali Jadi Sorotan

Insiden tersebut sekaligus membuat persoalan penggunaan data untuk melatih AI kembali mendapat perhatian.

Dalam informasi yang diberikan, OpenAI menyebut terdapat perbedaan perlakuan data berdasarkan jenis layanan.

Untuk layanan konsumen tertentu, percakapan secara bawaan dapat digunakan untuk pengembangan model kecuali pengguna memilih untuk tidak membagikan datanya.

Pengguna yang telah menonaktifkan pembagian data juga masih dapat membuat percakapan tertentu tersedia untuk pelatihan apabila memberikan umpan balik melalui tombol jempol ke atas atau jempol ke bawah.

Kasus 53 gambar pengguna OpenAI akhirnya memperlihatkan risiko AI yang semakin kompleks. Persoalannya bukan lagi sebatas apakah model menghasilkan jawaban keliru.

Ketika agen AI mampu menjalankan tindakan sendiri dan terhubung ke internet, kesalahan sistem berpotensi berubah menjadi persoalan keamanan dan privasi nyata—termasuk membawa data pengguna keluar dari lingkungan yang seharusnya menjaganya.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU