Selular.ID -

Awas Ada 22 Platform Aplikasi Risiko Tinggi Untuk Anak, X hingga YouTube Termasuk?

BACA JUGA

Selular.ID – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap puluhan platform digital yang masuk kategori risiko tinggi dalam perlindungan anak setelah enam bulan implementasi PP TUNAS.

Nama-nama besar seperti X, YouTube, Telegram, Discord hingga Apple Podcasts termasuk dalam daftar platform yang telah ditetapkan maupun memperoleh hasil verifikasi berprofil risiko tinggi.

Hingga 6 September 2026, Komdigi telah menerima self-assessment dari 252 Produk, Layanan, dan Fitur (PLF) yang berasal dari 94 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).

Dari jumlah tersebut, pemerintah telah menyelesaikan verifikasi terhadap 60 PLF, terdiri atas 38 PLF berprofil risiko rendah dan 22 PLF berprofil risiko tinggi.

Baca juga:

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan enam bulan pertama menjadi periode penting untuk mengevaluasi sejauh mana platform digital menjalankan kewajiban perlindungan terhadap anak.

“Enam bulan ini menjadi tahap penting untuk melihat apakah kewajiban pelindungan anak benar-benar dijalankan oleh platform,” ujar Meutya yang Selular rangkum, Selasa (15/9/2026).

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

“Kami melihat ada platform yang sudah mengambil langkah konkret, tetapi masih ada yang perlu memenuhi kewajibannya,” sambungnya.

42 Platform Sudah Resmi Ditetapkan Komdigi

Dari 60 PLF yang proses verifikasinya telah diselesaikan, sebanyak 42 PLF sudah ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital.

Sebanyak 28 di antaranya ditetapkan memiliki profil risiko rendah. Daftar tersebut mencakup layanan milik Apple, Google, DANA, Netflix hingga Bank Mandiri.

Berikut 28 PLF berprofil risiko rendah yang telah ditetapkan Komdigi, sesuai urutan data:

  1. Apple Arcade
  2. Lapak Gaming
  3. Itemku
  4. App Store
  5. Apple Books
  6. Situs Web Lazada Service
  7. OPPO Official Website
  8. Game Center & Games
  9. Google Shopping
  10. Livin’ Next-G
  11. Eidupay
  12. DANA
  13. UniPin
  14. Livin’ by Mandiri
  15. Netflix Kids Profile
  16. FaceTime
  17. iMessage
  18. Google Messages
  19. Gmail
  20. Canva Pendidikan
  21. iCloud Drive & Photos
  22. Siri
  23. YouTube Kids
  24. Google Maps
  25. Gemini
  26. Apple Maps
  27. Apple Invites
  28. Google Classroom

X hingga Valorant Masuk Risiko Tinggi

Komdigi juga telah menetapkan 14 PLF berprofil risiko tinggi melalui Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital.

Daftarnya tidak hanya berisi media sosial atau layanan video. Platform e-commerce, layanan keuangan, game hingga aplikasi berbagi konten juga masuk kategori tersebut.

Berikut 14 PLF berprofil risiko tinggi yang telah resmi ditetapkan:

  1. Aplikasi Lazada
  2. Situs Web Lazada
  3. Blibli
  4. BMoney
  5. Vidio
  6. Hago App
  7. Pinterest
  8. SnackVideo
  9. X
  10. Sola Mahjong
  11. Goddess of Victory: NIKKE
  12. Age of Empires Mobile
  13. Valorant
  14. Teamfight Tactics Mobile

Penetapan profil risiko tinggi dalam PP TUNAS perlu dibedakan dari kesimpulan bahwa suatu aplikasi otomatis berbahaya bagi anak.

Klasifikasi tersebut berkaitan dengan tingkat risiko PLF dalam konteks perlindungan anak dan menjadi dasar penerapan kewajiban yang harus dipenuhi penyelenggara.

YouTube, Telegram dan Discord Juga Risiko Tinggi

Selain 42 PLF yang telah resmi ditetapkan, terdapat 18 PLF lain yang proses verifikasinya sudah selesai tetapi masih menunggu penetapan melalui penyusunan Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital.

Dari kelompok tersebut, 10 PLF memperoleh hasil verifikasi berprofil risiko rendah, yakni:

  1. Google Play
  2. PlayStation
  3. Apple Music
  4. Apple TV
  5. Spotify
  6. Ruangguru App dan Ruangguru Web-based
  7. Google Workspace
  8. Google Search
  9. Safari
  10. Google Photos

Sementara delapan PLF memperoleh hasil verifikasi berprofil risiko tinggi, tetapi statusnya masih dalam proses penetapan:

  1. Apple Podcasts
  2. WeTV (Layanan Streaming)
  3. MAXStream TV
  4. Discord
  5. Telegram Messenger
  6. YouTube
  7. Ludo World–Ludo Superstar
  8. Crossfire: Legends

Jika kedua kelompok digabungkan, berarti terdapat 22 PLF berprofil risiko tinggi dari 60 layanan yang telah selesai diverifikasi.

Sebanyak 14 sudah ditetapkan, sedangkan delapan lainnya masih dalam proses penetapan.

PP TUNAS Mulai Masuk Tahap Pengawasan

Evaluasi tersebut menjadi bagian dari implementasi PP TUNAS dan tindak lanjut melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026.

Aturan tersebut mengatur lebih lanjut mekanisme penilaian mandiri, verifikasi serta pelaksanaan kewajiban PSE dalam memberikan perlindungan kepada anak di ruang digital.

Tahapan self-assessment menjadi penting karena skala layanan digital yang beroperasi di Indonesia sangat besar. Namun pemerintah tidak hanya bergantung pada hasil penilaian yang disampaikan perusahaan.

Komdigi melakukan verifikasi untuk menentukan profil risiko setiap produk, layanan dan fitur.

Meutya bahkan menegaskan pemerintah dapat mengambil tindakan apabila penyelenggara tidak menjalankan kewajibannya.

“Apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi, pemerintah dapat menetapkan secara langsung PLF terkait sebagai layanan berprofil risiko tinggi,” tandasnya.

Dengan 252 PLF dari 94 PSE telah menyerahkan self-assessment, sementara baru 60 PLF selesai diverifikasi, proses implementasi PP TUNAS masih akan berlanjut.

Daftar tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pengawasan perlindungan anak tidak hanya menyasar media sosial.

Game, aplikasi pesan, layanan streaming, mesin pencari, platform belanja, layanan berbasis AI hingga ekosistem aplikasi smartphone ikut berada dalam cakupan evaluasi pemerintah.

Bagi perusahaan teknologi, klasifikasi risiko tersebut pada akhirnya bukan sekadar label.

Semakin tinggi profil risiko sebuah layanan, semakin penting mekanisme perlindungan anak, pengendalian akses serta kepatuhan PSE terhadap kewajiban yang ditetapkan pemerintah dalam implementasi PP TUNAS.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU