Selular.ID – Samsung Electronics Indonesia resmi meluncurkan Samsung for Education Programme pada 8 Juli 2026 sebagai ekosistem pendidikan digital yang dirancang untuk membantu sekolah mengoptimalkan implementasi Kurikulum Merdeka.
Program ini menggabungkan penyediaan perangkat Galaxy Tab, pelatihan guru, serta sertifikasi sekolah dalam satu solusi terpadu untuk mendukung transformasi digital pendidikan di Indonesia.
Peluncuran program tersebut berlangsung bersamaan dengan peresmian Samsung Digital Lighthouse School di Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) Malang.
Acara ini dihadiri antara lain oleh Carl Nordenberg, Vice President & Regional Head of Mobile Experience Business Samsung Asia Tenggara dan Oseania, Ian Chong, Regional Director Mobile Experience B2B Samsung Asia Tenggara dan Oseania, Nur Abidin, Chief Executive Officer Thursina International Islamic Boarding School, serta Dwi Anggraeni, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang.
Inisiatif terbaru Samsung hadir di tengah percepatan transformasi digital sektor pendidikan nasional dan implementasi Kurikulum Merdeka yang mendorong sekolah memanfaatkan teknologi untuk menciptakan proses belajar yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik.
Samsung menilai keberhasilan digitalisasi pendidikan tidak hanya bergantung pada perangkat, tetapi juga kesiapan tenaga pendidik dan ekosistem pendukung yang berkelanjutan.
Samsung menyatakan program tersebut dirancang sebagai solusi end-to-end yang mendampingi sekolah dalam setiap tahap transformasi digital.
Selain menyediakan perangkat pembelajaran, Samsung juga menghadirkan pelatihan bagi guru dan jalur sertifikasi bagi sekolah yang berhasil mengintegrasikan teknologi ke dalam kegiatan belajar mengajar.
Menurut Carl Nordenberg, teknologi seharusnya menjadi sarana untuk memberdayakan setiap individu, termasuk di lingkungan pendidikan.
Ia mengatakan Samsung ingin membantu sekolah membangun kesiapan digital melalui ekosistem yang mendukung guru, memperkuat proses pembelajaran, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dengan lebih percaya diri menggunakan teknologi.
Program Samsung for Education juga dikembangkan agar selaras dengan agenda digitalisasi pendidikan nasional.
Samsung mengacu pada program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas yang menurut data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menjangkau lebih dari 288.000 sekolah di Indonesia, dengan ekosistem pendidikan yang mencakup lebih dari 50 juta siswa dan sekitar 4 juta guru.
Meski pemanfaatan teknologi di sekolah terus meningkat, Samsung menilai masih terdapat tantangan dalam mengintegrasikan perangkat digital dengan pelatihan guru, materi pembelajaran, dan pendampingan yang berkesinambungan.
Karena itu, Samsung menghadirkan pendekatan yang menghubungkan seluruh aspek tersebut agar penggunaan teknologi memberikan dampak nyata terhadap proses belajar mengajar.
Pada sisi perangkat, Samsung menyediakan Galaxy Tab yang dilengkapi S Pen, aplikasi Samsung Notes, serta fitur Galaxy AI untuk mendukung aktivitas pembelajaran digital.
Perangkat tersebut dirancang agar dapat digunakan baik di dalam maupun di luar ruang kelas, sehingga guru dan siswa tetap dapat berkolaborasi dalam berbagai skenario pembelajaran.
Samsung juga membekali perangkat tersebut dengan Samsung Knox, platform keamanan yang berfungsi melindungi data pengguna dan memudahkan pengelolaan perangkat oleh sekolah.
Kehadiran sistem keamanan ini juga ditujukan untuk mendukung pelaksanaan asesmen digital yang aman sekaligus memberikan perlindungan terhadap data siswa maupun tenaga pendidik.
Selain perangkat, Samsung menghadirkan Samsung Learning Hub sebagai pusat pengembangan kompetensi guru.
Platform ini menyediakan modul pelatihan bertingkat, mulai dari materi dasar hingga strategi pemanfaatan teknologi yang lebih kompleks dalam proses pembelajaran.
Guru yang mengikuti pelatihan juga memperoleh sertifikat sebagai pengakuan atas peningkatan kompetensi digital mereka.

Pelaksanaan pengembangan profesional tersebut didukung oleh Savvy, konsultan teknologi pendidikan yang berfokus pada literasi digital dan manajemen perubahan.
Melalui jalur pelatihan yang terstruktur, Samsung berharap guru dan pimpinan sekolah mampu mengintegrasikan teknologi secara efektif ke dalam kegiatan belajar mengajar.
Samsung juga memperkenalkan sistem pengakuan bagi sekolah melalui dua tahapan.
Tahap pertama adalah Samsung School, yang diberikan kepada sekolah dengan fondasi digital yang telah terbangun dan mampu memanfaatkan teknologi dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari.
Tahap berikutnya adalah Samsung Digital Lighthouse School, yang ditujukan bagi sekolah dengan tingkat integrasi teknologi yang lebih matang, didukung tenaga pendidik tersertifikasi, dokumentasi implementasi, serta budaya berbagi praktik terbaik.
Hingga Juli 2026, terdapat empat sekolah di Indonesia yang memperoleh status Samsung Digital Lighthouse School.
Dua sekolah pertama adalah Yayasan Al Muslim Bekasi dan Salman Al Farisi Bandung, yang menerima pengakuan tersebut pada Januari 2025.
Selanjutnya, SMP Islam Al Azhar 25 Tangerang Selatan dan Thursina International Islamic Boarding School Malang turut bergabung sebagai bagian dari jaringan sekolah percontohan Samsung di kawasan Asia Tenggara dan Oseania.
Melalui Samsung for Education Programme, Samsung Electronics Indonesia menegaskan komitmen jangka panjangnya dalam mendukung transformasi digital pendidikan nasional.
Perusahaan berharap kolaborasi antara teknologi, peningkatan kapasitas guru, dan kesiapan sekolah dapat memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih adaptif, inklusif, dan mampu mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi kebutuhan era digital.
Baca Juga: Selular Editor’s Choice 2020: Best Smartphone for Education



