Selular.ID -

Riset Reasense: Anak Indonesia Ketagihan AI 7,5 Jam Sehari, Berpikir Kritis Kian Terkikis

BACA JUGA

Selular.ID – Data dari lembaga riset Reasense yang dipaparkan dalam diskusi Technologue Awards 2026, menunjukkan rata-rata anak di Indonesia menghabiskan  sekitar 7,5 jam sehari menggunakan perangkat berteknologi kecerdasan buatan (AI).

Temuan ini memicu pembahasan mendalam mengenai risiko berkurangnya kemampuan berpikir kritis dan empati sosial anak, apabila pemanfaatan AI tidak diimbangi dengan pengawasan yang tepat dari pihak keluarga.

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di kalangan anak-anak menjadi fokus perhatian utama dalam sesi diskusi panel yang digelar pada ajang di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Diskusi tersebut menyoroti tantangan serta strategi pola asuh (parenting) bagi orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak di tengah pesatnya adopsi teknologi berbasis AI.

Rita Amaliani, Pakar edukasi menegaskan bahwa kecerdasan buatan seharusnya diposisikan sebagai sarana pendukung dalam proses belajar, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir mandiri manusia.

Pada kesempatan yang sama, Didit Putra Erlangga, pemerhati teknologi menyampaikan bahwa orang tua perlu menerapkan tiga pilar utama dalam mendampingi anak di era AI.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

“Yakni memberikan pemahaman mengenai tujuan penggunaan teknologi, mengawal proses interaksi harian, serta melatih anak agar tetap mampu mengambil keputusan secara mandiri,”ujarnya.

Selain menghadirkan sesi diskusi panel, gelaran yang menandai momentum satu dekade kiprah Technologue.id sejak 1 Juni 2016 ini menyerahkan jajaran penghargaan kepada merek dan produk teknologi terbaik di Indonesia.

Denny Mahardy, Founder sekaligus Chief Editor Technologue.id, menjelaskan bahwa tolok ukur persaingan industri digital saat ini tidak lagi sebatas perebutan spesifikasi teknis tertinggi.

Melainkan bergeser pada kualitas pengalaman pengguna, keandalan ekosistem, keamanan, hingga dampak nyata teknologi bagi masyarakat.

“Persaingan di industri teknologi saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh siapa yang menghadirkan spesifikasi paling tinggi. Pengalaman pengguna, inovasi, ekosistem, keamanan, kemudahan penggunaan, hingga dampak teknologi terhadap kehidupan masyarakat menjadi faktor yang semakin penting,” ujar Denny di Jakarta.

Penentuan pemenang penghargaan Technologue Awards 2026 didasarkan pada hasil riset independen Reasense yang mencakup kategori perangkat keras, layanan telekomunikasi, dompet digital, hingga e-commerce.

Pada kategori Smartphone, Oppo Find X9 Ultra meraih Best Camera Smartphone, Poco X8 Pro memenangkan Best Gaming Smartphone, Redmi Note 15 Pro+ 5G menyabet Best Mid-range Smartphone, dan Samsung Galaxy Z Fold7 dianugerahi Best Foldable Smartphone.

Di sektor operator telekomunikasi, Indosat Ooredoo Hutchison meraih Best Network Quality, XL Smart mendapatkan Best 5G Experience, Telkomsel dinobatkan sebagai Best Network Coverage, serta Biznet memperoleh Best Fiber Services.

Sektor laptop dan brand utama turut mewarnai deretan penerima penghargaan. Axioo Hype 5 AI dinobatkan sebagai Best Value Notebook, Asus ROG Zephyrus G14 meraih Best Gaming Notebook, Asus ExpertBook P5 sebagai Best Business Notebook, dan Asus ExpertBook Ultra memenangkan Best Innovation Notebook.

Sementara itu, predikat brand terbaik berhasil diraih oleh Telkom (Best Telco Brand), Oppo (Best Smartphone Brand), DANA (Best Digital Payment Service), Asus (Best Notebook Brand), dan Garmin (Best Smartwatch Brand).

Melalui integrasi pembahasan pola asuh teknologi dan apresiasi industri, penetrasi AI yang kian mendalam diperkirakan akan terus mengubah lanskap digital nasional.

Baca Juga:Bos TSMC Sumringah Chip AI Nya Sukses 98% Pakai Teknologi CoWos

Penguatan regulasi, program literasi digital yang berkelanjutan, serta fokus pada keamanan pengguna menjadi langkah strategis bersama dalam menjaga ekosistem digital Indonesia tetap aman dan bermanfaat.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU