Selular.ID – Qualcomm secara resmi mengumumkan kehadiran platform audio premium Snapdragon Sound Elite Gen 2 dalam ajang tahunan Snapdragon Summit yang berlangsung di Hawaii pada 24 September 2026.
Chipset audio generasi baru ini dirancang khusus untuk membawa kapabilitas kecerdasan buatan personal (personal AI) secara langsung ke dalam perangkat wearables audio.
Melalui peluncuran ini, Qualcomm berupaya mengintegrasikan kemampuan pemrosesan cerdas agar earbuds dan headphones dapat memahami kondisi lingkungan pengguna secara mandiri.
Langkah Qualcomm memperbarui lini platform audio premiumnya merespons kebutuhan pasar hearables yang kian kompleks.
Perangkat audio nirkabel masa kini dituntut tidak sekadar mengalirkan suara, melainkan juga berfungsi sebagai asisten independen tanpa harus terus-menerus bergantung pada koneksi ponsel pintar.
Snapdragon Sound Elite Gen 2 mengabungkan pemrosesan suara berteknologi tinggi, kecerdasan buatan di dalam perangkat (on-device intelligence), serta efisiensi daya dalam satu arsitektur terpadu.
Di sektor performa pemrosesan AI, Snapdragon Sound Elite Gen 2 membawa peningkatan komputasi hingga dua kali lipat dibanding pendahulunya, Snapdragon S7 Gen 1 Sound Platform.
Generasi terdahulu memiliki kapasitas pemrosesan hingga 64 GOPS (Giga Operations Per Second) dan 128 operasi MAC (Multiply-Accumulate) per siklus.
Sementara itu, platform Snapdragon Sound Elite Gen 2 mampu mengeksekusi komputasi hingga 128 GOPS dan 256 operasi MAC per siklus, yang memungkinkan pemrosesan data AI berjalan serentak dan lebih responsif.
Konektivitas Micro-power Wi-Fi 6E dan Fitur Audio
Peningkatan penting lainnya terletak pada sektor konektivitas jaringan. Qualcomm menyematkan dukungan Micro-power Wi-Fi 6E terintegrasi pada Snapdragon Sound Elite Gen 2.
Kehadiran teknologi ini memungkinkan perangkat earbuds atau headphones terhubung langsung ke layanan asisten berbasis awan (cloud) tanpa perlu perantara koneksi ponsel.
Meskipun membawa fitur Wi-Fi hemat daya, Qualcomm tetap melengkapi chipset ini dengan dukungan Bluetooth konvensional guna menjamin fleksibilitas koneksi bagi para produsen perangkat (original equipment manufacturer/OEM).
Untuk urusan kualitas suara dan kustomisasi audio, platform ini sudah mendukung codec aptX Lossless yang menyajikan aliran audio nirkabel berresolusi tinggi.
Kehadiran teknologi Qualcomm Expanded Personal Area Network (XPAN) turut memperluas jangkauan transmisi sinyal melampaui batas jarak standar Bluetooth.
Di samping itu, sistem pemperedam bising diperkuat oleh teknologi Adaptive Active Noise Cancellation (ANC) generasi kelima, Qualcomm cVc echo and noise suppression, serta pemrosesan multi-mic untuk memastikan kejelasan suara saat berinteraksi dengan AI maupun saat melakukan panggilan telepon di area bising.
Efisiensi Daya dan Fleksibilitas Wujud Perangkat
Meskipun menghadirkan peningkatan performa komputasi AI yang besar, Qualcomm berhasil memangkas konsumsi daya Snapdragon Sound Elite Gen 2 hingga 40 persen jika dibandingkan dengan platform generasi sebelumnya.
Selain lebih hemat energi, ukuran fisik komponen atau footprint chipset juga berkurang hingga 30 persen.
Pengurangan ukuran ini memberikan keleluasaan bagi produsen perangkat dalam merancang struktur interior earphone yang lebih ringkas atau menampung kapasitas baterai yang lebih besar.
Arsitektur fleksibel dari Snapdragon Sound Elite Gen 2 dirancang untuk mendukung berbagai tipe perangkat keras audio modern.
Selain kategori umum seperti True Wireless Stereo (TWS) dan over-ear headphones, platform ini kompatibel dengan open-ear designs, kacamata pintar berteknologi audio (audio glasses).
Hingga earbuds yang dilengkapi modul kamera serta perangkat multimodal wearables lainnya.
Guna mempercepat proses komersialisasi di tingkat manufaktur, Qualcomm menyediakan rancangan acuan (reference design) agar mitra produsen dapat mentransformasikan prototipe menjadi produk masal secara efisien.
Hadirnya platform Snapdragon Sound Elite Gen 2 membuka peluang integrasi fitur-fitur kontekstual masa depan.
Seperti penerjemahan bahasa secara langsung (real-time translation), pemrosesan bantuan berbasis lingkungan.
Baca Juga:Qualcomm Tanam Teknologi Agentic AI Ke Seluruh Lini Chipset Snapdragon
Hingga kustomisasi pendengaran yang dipersonalisasi. Kombinasi pemrosesan AI lokal dan konektivitas mandiri ini menetapkan arah baru pengembangan perangkat wearable audio di industri elektronik konsumen global.


