Selular.ID -

Wajah Baru Telkom Di Bawah Dian Siswarini, Dirut Perempuan Pertama

BACA JUGA

Selular.ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) banyak berubah semenjak Dian Siswarini menjabat sebagai Direktur Utama perusahaan plat merah ini.

Hampir satu tahun, Dian Siswarini menjabat sebagai Dirut Telkom usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS), tanggal 25 Mei 2025 lalu.

Nama Dian tercatat dalam sejarah Telkom sebagai Dirut perempuan pertama di perusahaan telekomunikasi tersebut.

Pasalnya, sejak berdirinya Telkom pada 1965, perusahaan plat merah ini silih berganti Direktur Utama (Dirut), dan yang kesemuanya adalah laki-laki.

Sebut saja daftar Dirut Telkom sebelumnya, mulai dari Sabar Soedirman, Jahja Sutanggar Tengker, Willy Moenandir, Cacuk Sudarijanto, Setyanto P. Santoso, Asman Akhir Nasution, Muhammad Nazif, Kristiono, Arwin Rasyid, Rinaldi Firmansyah, Arief Yahya, Alex J. Sinaga, dan terakhir Ririek Adriansyah.

Khusus untuk dua jabatan Dirut Telkom terakhir, alurnya berasal dari Dirut Telkomsel yang merupakan anak perusahaan yang kemudian naik tingkat menahkodai induk perusahaan.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Namun, pengalaman Dian yang sudah malang-melintang di dunia seluler baik di dalam maupun luar negeri, membuatnya mendapat tempat yang spesial.

Baca juga:

Belajar Industri Telekomunikasi di Berbagai Negara

Waktu berkarier di Malaysia sebagai Group Chief Marketing and Operation Officer pada suatu perusahaan seluler, ia menyadari bahwa tahapan perkembangan evolusi telekomunikasi di banyak negara itu serupa.

Waktu itu, ia menangani anak perusahaan yang memiliki bisnis seluler hingga tower seluler di sembilan negara termasuk Malaysia, Singapura, Sri Lanka, Bangladesh, Nepal, hingga India.

Dari pengalaman itu, ia lantas membandingkan apa yang membedakan evolusi telekomunikasi di negara yang lebih maju hingga yang berada di belakang Indonesia.

“Kalau dilihat dari pergerakan atau evolusi itu, _step_-nya sama, yang membedakan hanya waktu,” terang dia.

Dian memberi contoh, Singapura mungkin tampak lebih maju dengan adopsi teknologi telekomunikasi.

Namun tahapan yang dilalui tak jauh berbeda dengan yang terjadi di negara lain.

Wanita yang pernah menimba ilmu di Harvard Business School ini memberikan gambaran, fenomena yang terjadi di Malaysia dua tahun lalu, saat ini baru terjadi di Indonesia.

Sebaliknya, apa yang terjadi di Indonesia saat ini, kemungkinan akan terjadi di Bangladesh dua tahun lagi.

“Menurut saya, itu insight yang paling berguna buat saya, bahwa memang pergerakan pasar, demand dari pelanggan, itu kira-kira mirip ah ya, hanya waktu yang berbeda,” urai dia.

Pengalaman tersebut lantas menjadi modal berharga untuk Dian membaca pasar di Indonesia.

Cetuskan TLKM 30

Tidak hanya sekadar mencetuskan sejarah sebagai Dirut perempuan pertama di Telkom, Dian juga mengubah wajah perusahaan dengan mencetuskan TLKM 30.

Telkom mengambil langkah transformasi dengan strategi TLKM 30 yang dirancang sebagai respons strategis sekaligus menegaskan arah Telkom sebagai perusahaan digital telco terdepan di Indonesia.

Sekaligus berperan sebagai enabler ekosistem digital nasional dengan fokus pada penciptaan nilai berkelanjutan, bukan sekadar pertumbuhan jangka pendek.

Strategi TLKM 30 ini dirancang Telkom supaya tetap relevan di industri dengan clock speed yang tinggi, organisasi harus mampu bergerak lebih agile, adaptif dan fokus.

“Apa yang relevan hari ini bisa dengan cepat berubah di masa depan, sehingga perusahaan perlu membangun kapabilitas yang tidak hanya kuat secara teknologi, tetapi juga dari sisi fundamental, budaya dan cara kerja,” ungkap Dian.

TLKM 30 bukan hanya strategi transformasi, tetapi komitmen Telkom untuk melakukan perubahan menyeluruh, mulai dari model bisnis, tata kelola, hingga budaya kerja agar tetap relevan di tengah disrupsi industri digital yang semakin cepat.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU