Kamis, 25 Juli 2024
Selular.ID -

OJK Lapor Aset Industri Keuangan Syariah RI Tembus Rp2.500 Triliun

BACA JUGA

Selular.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan sejumlah perkembangan kondisi perekonomian keuangan syariah nasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, kinerja keuangan syariah dinilai telah berhasil dan menjadi penopang perekonomian Indonesia.

Baca juga: OJK Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Melalui Pesantren

Kepala Eksekutif Pengawasan Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi alias Kiki menjelaskan, berdasarkan data Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), kontribusi usaha syariah dan pembiayaan syariah terhadap PDB nasional saat ini telah mencapai sekitar 46 persen.

“Hal ini menunjukkan peran nyata keuangan syariah, sebagai salah satu penopang perekonomian Indonesia,” ujar Friderica dalam acara Kick Off Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2024, Senin (24/6/2024).

OJK mencatat hingga Desember 2023, aset industri keuangan syariah telah mencapai lebih Rp 2.500 triliun. Angka ini terdiri dari aset sektor perbankan syariah sebanyak Rp 892 triliun, kemudian aset industri keuangan non bank (IKNB) sebesar Rp 156 triliun, serta aset pasar modal syariah sebesar Rp 1.500 triliun.

“Eksistensi keuangan syariah Indonesia di kancah global juga terus diakui, tercermin dari beberapa peningkatan indeks global,” ujarnya.

Sebagai informasi tambahan, keuangan syariah Indonesia menempati posisi ketiga berdasarkan Islamic Finance Development Indicator dan Cambridge Global Islamic Finance Report, serta posisi ketujuh untuk aspek Islamic Finance pada Global Islamic Economic Indicator. Indonesia juga kompetitif dengan negara lain seperti Malaysia hingga Saudi Arabia.

“Tentu saja capaian ini merupakan hasil kerja kita semua, baik itu dari Pemerintah, Kementerian lembaga OJK, Bank Indonesia, tentu saja KNEKS, kemudian Majelis Ulama Indonesia, asosiasi, dan seluruh stakeholder lainnya, Bursa Efek Indonesia, dan tentu saja seluruh pelaku usaha jasa keuangan syariah,” tandasnya.

Baca juga: Hadapi Persaingan Perbankan Syariah Indonesia Harus Mengikuti Inovasi Digital

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU