Minggu, 19 Mei 2024
Selular.ID -

Spektrum 700 MHz Bukan Untuk 5G

BACA JUGA

Selular.ID – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memandang spektrum frekuensi 700 MHz Jika dilelang bukan untuk 5G. Kalaupun dilelang itu untuk coverage serta penataan kapasitas, karena jumlahnya terlalu kecil.

Hal tersebut diungkapkan Muhammad Danny Buldansyah, Director & Chief Business Officer IOH, menurut Danny, spektrum 2600 (2.6 MHz), dan 3500 (3.5 MHz) lebih cocok untuk 5G dibandingkan 700 MHz.

Pasalnya frekuensi rendah memiliki daya coverage yang luas. Sementara, sifat 5G di Indonesia yang berdasarkan use case membuatnya tak memerlukan coverage yang luas.

“Spektrum frekuensi 700 MHz untuk 5G itu pas-pasan dan ekosistemnya belum kuat di 700 MHz untuk 5G, kalau mau membebaskan 2600Mhz dan 3500Mhz untuk siap dilelang itu yang paling penting pertama tersediaan spektrum 700Mhz, 2600Mhz dan 3500Mhz, kedua masalah charge. Kalau keduanya dijalankanya industrinya akan berjalan” kata Danny, di Jakarta (18/04/24).

Baca Juga:Lelang Spektrum 700 Mhz: 3 Alasan Mengapa Operator Selular Bersikap “Wait and See”

Diakui Danny, Indosat menggunakan spektrum hasil lelang gabungan dengan Tri  dan sejauh ini menurut Danny cukup. Indosat mengandalkan teknologi solution dan lain. Tapi Indosat belum cukup untuk jaringan 5G.

Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan, lelang spektrum frekuensi 700Mhz, yang sebelumnya dipakai untuk siaran televisi terestrial, akan dilaksanakan sebelum pergantian pemerintahan.

Bersamaan dengan proses lelang, kementerian menjanjikan keluar ketentuan insentif penggunaan spektrum frekuensi.

”Sekitar Maret - April 2024. Tidak di periode pemerintahan baru,” ujar  Budi Arie Setiadi, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) beberapa waktu lalu, dikutip berbagai sumber.

Dia menegaskan, industri telekomunikasi seluler saat ini sedang membutuhkan tambahan spektrum frekuensi untuk meningkatkan kualitas layanan.

Tim sedang mematangkan rumusan teknis pelaksanaan lelang spektrum frekuensi 700 MHz.

“Skema insentif penggunaan spektrum frekuensi juga sudah dibahas. Isi skema cukup detail dan sedang diharmonisasi lintas kementerian/lembaga,” kata Budi.

Spektrum frekuensi 700 MHz sebelumnya diduduki oleh lembaga penyiaran. Melalui kebijakan migrasi siaran televisi analog ke digital terestrial atau analog switch off (ASO), spektrum frekuensi ini baru bisa kosong dan terbuka untuk dilelang kepada pelaku industri telekomunikasi seluler.

ASO sebenarnya telah dikumandangkan sejak 2006. Ketika keluar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja beserta perubahannya, pelaksanaan ASO tidak bisa langsung mulus.

Proses migrasi lebih dari 600 stasiun televisi terestrial diklaim baru tuntas oleh Kemenkominfo pada Agustus 2023.

Pemerintah menjanjikan lelang spektrum frekuensi 700 MHz bukan sekali saja. Pada saat proses migrasi ASO mulai mendekati tuntas, kementerian ini menazarkan lelang dilaksanakan pada akhir Desember 2023.

Baca Juga:Janji di Q1 2024, Tapi Lelang Spektrum 700 Mhz Belum Terlaksana

Sementara pada saat bersamaan, di kalangan pelaku industri telekomunikasi seluler berkembang isu bahwa penggelaran layanan 5G yang masih terbatas karena ketersediaan spektrum frekuensi belum memadai.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU