Kamis, 23 Mei 2024
Selular.ID -

Keluarga Bunuh Diri Akibat Pinjol, AFPI Soroti Isu Kritis Ini

BACA JUGA

Selular.ID – Terkait pemberitaan yang beredar adanya korban bunuh diri di Penjaringan, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) selaku asosiasi

penyelenggara fintech lending berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengungkapkan dugaan keterlibatan utang pinjaman online (pinjol) dalam peristiwa ini.

Baca juga: Kasus Bunuh Diri Pinjol AdaKami, Kapolres OKU Tegas Tidak Ada Korban

AFPI telah mengambil langkah-langkah konkret untuk melakukan penelusuran internal di antara anggotanya.

Ketua Umum AFPI Entjik Djafar mengungkapkan Sesuai penelusuran melalui Fintech Data Center (FDC) AFPI, tidak ditemukan adanya fasilitas atau pinjaman terhadap individu yang bersangkutan di seluruh penyelenggara fintech lending berizin OJK pada saat ini.

“Hal itu memperkuat keyakinan bahwa dugaan bunuh diri bukan disebabkan oleh penyelenggara fintech lending yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Secara linimasa hal itu tidak relevan dengan kondisi terkini berkaitan dengan kasus yang dimaksud,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, apabila dalam perkembangan kasus ditemukan bahwa korban terjerat dalam pinjol ilegal atau yang tidak berizin dari OJK dan bukan merupakan anggota AFPI, Ia menegaskan bahwa AFPI tidak memiliki akses terhadap data utang korban.

“Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa pinjol ilegal tidak tunduk pada regulasi dan berada di luar lingkup pengawasan AFPI. Namun demikian, kami berkomitmen untuk memberikan dukungan sepenuhnya dalam penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwajib untuk mengungkap kebenaran dan menegakkan keadilan,” ujarnya.

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab, Entjik mengatakan AFPI terus melakukan pemantauan terhadap seluruh anggotanya untuk memastikan bahwa mereka menjalankan aktivitas bisnis sesuai dengan peraturan yang berlaku, baik yang ditetapkan oleh OJK maupun Code of Conduct AFPI.

Dia memahami bahwa praktik-praktik yang tidak etis dalam industri fintech lending dapat memiliki dampak yang merugikan bagi masyarakat. Oleh karena itu, AFPI bertekad untuk selalu mencegah hal tersebut terjadi.

Entjik juga menyampaikan AFPI berdedikasi untuk melindungi konsumen dengan menegakkan kepatuhan ketat terhadap kode etik, khususnya dalam praktik penagihan.

Apabila dari hasil penelusuran terungkap bahwa ada anggota yang melanggar regulasi yang berlaku, AFPI akan mengambil tindakan disiplin yang tegas sebagai bentuk dukungan terhadap pengawasan yang efektif di industri fintech lending.

Entjik mengatakan AFPI juga terus mengingatkan dan melakukan kampanye sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat agar lebih bijaksana dalam menggunakan layanan pinjaman online.

Baca juga: Tragedi Pinjol Di Teror Debt Collector Hingga Bunuh Diri

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU