Rabu, 24 April 2024
Selular.ID -

Beda Pernyataan Google Sebelum dan Setelah Disahkah Publisher Right

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Indonesia mengikuti jejak Australia dan Kanada dengan memperkenalkan undang-undang yang mewajibkan platform digital membayar outlet berita lokal untuk mendapatkan konten melalui lisensi atau kesepakatan berbagi data dengan penerbit.

Presiden Joko Widodo dilaporkan menandatangani peraturan yang menurutnya dirancang untuk memastikan kerja sama yang adil dengan memberikan kerangka kerja yang jelas antara platform digital dan penerbit.

Pemerintah telah mengusulkan undang-undang tersebut sejak tiga tahun lalu, namun kemajuannya terhambat karena beragamnya pandangan di antara industri-industri yang ingin dilindungi oleh Indonesia.

Rencananya undang-undang yang mengatur kewajiban platform digital dengan perusahaan-perusahaan media di Indonesia itu, akan disahkan dalam waktu enam bulan ke depan.

Sebagai pihak yang terdampak dari aturan tersebut, Google tengah meninjau rencana diberlakukannya Publisher Right.

Google menegaskan komitmennya terhadap implementasi atas perpres publisher right di Indonesia. Perusahaan asal Amerika Serikat itu akan segera mempelajari detail peraturan yang telah disahkan Jokowi itu.

“Kami memahami pemerintah telah mengesahkan peraturan tentang penerbit berita, dan kami akan segera mempelajari detailnya,” tulis perwakilan Google.

Google menyebut selama ini pihaknya sudah bekerja sama dengan penerbit berita dan pemerintah untuk mendukung dan membangun masa depan ekosistem berita yang berkelanjutan di Indonesia.

“Tentunya, penting untuk produk kami dapat menyajikan berita dan perspektif yang beragam tanpa prasangka dan bias,” ujar perwakilan Google.

Google menambahkan, bahwa mereka telah menjalin hubungan kerja yang baik dengan organisasi berita di Indonesia.

Pernyataan terbaru Google berbeda dari sebelumnya. Dalam rilis kepada media (24/2/2023), raksasa mesin pencari itu, menentang peraturan tersebut dengan alasan kekhawatiran atas variasi dan kualitas berita yang tersedia untuk publik.

“Regulasi yang terlalu mengekang atau berat sebelah dapat menghambat kemampuan perusahaan untuk menjalankan layanan secara efektif bagi semua pengguna,” kata Google.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU