Sabtu, 2 Maret 2024

Adopsi Lebih Cepat, Pelanggan 5G Diprediksi Melonjak Hingga 1,6 Miliar

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Ericsson menaikkan perkiraan jumlah langganan 5G global menjadi 1,6 miliar pada akhir 2023 setelah memperkirakan penambahan total 610 juta, yang mencerminkan peningkatan sebesar 63 persen dari tahun ke tahun.

Dalam laporan mobilitas terbarunya, Ericsson menyatakan perkiraan total pelanggan 5G adalah sekitar 100 juta lebih banyak dari perkiraan pada bulan Juni.

Ini berarti hampir satu dari lima langganan seluler global akan menggunakan 5G pada akhir tahun ini dan teknologi jaringan tersebut akan mencakup 45 persen populasi global.

Ericsson memperkirakan Amerika Utara akan memiliki tingkat penetrasi 5G tertinggi, yaitu 61 persen.

Vendor tersebut juga menunjuk India, yang diperkirakan membukukan 130 juta langganan 5G pada akhir tahun dengan tingkat penetrasi 11 persen sekitar 14 bulan setelah layanan diluncurkan pada Oktober 2022.

India dinobatkan sebagai pendorong di balik cakupan pita menengah 5G global yang mencapai lebih dari 40 persen, naik dari 30 persen.

Baca Juga: Ericsson Soroti Wawasan 5G Sebagai Pilar Penting Bagi Pengembangan 6G

Ericsson menyatakan pertumbuhan 5G terbukti “tahan meskipun tantangan ekonomi terus berlanjut dan gejolak geopolitik di beberapa pasar”.

EVP dan Head of Networks Fredrik Jejdling mencatat bahwa langganan 5G “meningkat di setiap wilayah”, hal ini menunjukkan tingginya permintaan akan konektivitas berkinerja tinggi.

Studi terbaru ini juga memperbarui perkiraan statistik periode 2028 hingga 2029, dengan jumlah langganan 5G global diperkirakan mencapai 5,3 miliar pada tahun terakhir.

Ericsson memperkirakan kawasan Teluk dan Amerika Utara akan memiliki tingkat penetrasi 5G tertinggi pada tahun 2029, masing-masing sebesar 92 persen, dan Eropa Barat sebesar 85 persen.

Sementara dari sisi jumlah pelanggan, China tetap memimpin perlombaan 5G. Menurut laporan kementerian MIIT, pengguna 5G di China berjumlah 695 juta pada akhir Juli 2023.

Jumlah itu adalah 40,6 persen dari total basis selular di negara tersebut. GSMA sendiri memprediksi, Tiongkok akan mencapai 1 miliar pelanggan 5G pada 2025.

Menariknya, India mulai mengejar pertumbuhan pelanggan 5G China. Meski 5G baru diluncurkan pada 2022, animo masyarakat India menggunakan layanan 5G terbilang sangat besar.

Jumlah pelanggan 5G di India mungkin akan meningkat menjadi 130 juta pada akhir 2023, dibandingkan dengan 10 juta yang tercatat pada akhir 2022, menurut Laporan Mobilitas Ericsson, yang dirilis pada November 2023.

Jaringan 5G yang tumbuh pesat di seluruh kota, paket layanan yang terjangkau, dan meningkatnya ketersediaan ponsel pintar 5G telah meningkatkan penetrasi 5G di negara tersebut, kata laporan itu.

Baca Juga: 5 Fakta Frekwensi 700 Mhz yang Bakal Dilelang Pemerintah Demi Mendorong Penetrasi 5G

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

INDEPTH STORIES

BERITA TERBARU