Sabtu, 22 Juni 2024
Selular.ID -

Kronologi Penetapan Yusrizki Sebagai Tersangka Baru Kasus Korupsi BAKTI Kominfo

BACA JUGA

Selular.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tersangka baru kasus korupsi BTS BAKTI Kominfo, yaitu Direktur Utama PT Basis Utama Prima Muhammad Yusrizki.

Kasus korupsi ini terkait penyediaan infrastruktur base transceiver station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kominfo tahun 2020-2022.

PT Basis Utama Prima (BUP) yang terseret pusaran kasus korupsi BTS Kominfo ini merupakan perusahaan milik Happy Hapsoro.

Menurut laporan, Kejaksaan Agung langsung menahan Muhammad Yusrizki setelah menetapkannya sebagai tersangka.

TONTON JUGA:

“Setelah kita lakukan pemeriksaan secara intensif sehingga pada hari ini juga yang bersangkutan kita naikkan statusnya sebagai tersangka,” kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus, Kuntadi, dalam keterangannya, pekan lalu.

“Selanjutnya kita lakukan penahanan di Rutan Salemba cabang Kejagung untuk 20 hari ke depan,” sambungnya.

Baca juga: Persiapan Peluncuran Satelit SATRIA-1 Sudah 95%, Kominfo Yakin Sesuai Jadwal

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia juga mencopot posisi Yusrizki sebagai Ketua Komite Tetap Energi Terbarukan usai penetapannya sebagai tersangka.

Berdasarkan penelusuran dokumen administrasi hukum umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM, sebesar 99,99 persen kepemilikan PT Basis Utama Prima milik Happy Hapsoro.

Basis Utama Prima juga memiliki nama alias Basis Investment.

Happy Hapsoro adalah suami Ketua DPR Puan Maharani dan menantu Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Lewat BUP, Happy juga memiliki berbagai perusahaan.

Per 19 September 2022, Basis Utama Prima memiliki 3 miliar saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA). Ini setara dengan porsi kepemilikan 45,71%.

Aksi tersebut membuat Happy Hapsoro menjadi pemegang saham terbesar MINA.

Lalu di posisi kedua terbesar ada Eddy Suwarno yang memiliki 361,26 juta atau setara 5,50% saham MINA, sedang sisanya sebesar 5,30% milik ASABRI.

MINA adalah pengembang properti. Salah satu aset utamanya adalah, pengelolaan lahan pengelola tanah seluas 40.663 m2 di kawasan Umalas, Sanur Kauh, Denpasar Selatan.

Aset primer ini sedang dalam proses pengembangan untuk meningkatkan nilainya.

Selain itu, ada juga kepemilikan di PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) melalui PT Energi Melayani Negeri (EMN).

PT EMN merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di sektor energi terbarukan dengan salah satu portofolio bisnis di segmen panel surya.

Awal Mula

Awal mula perusahaan Happy Hapsoro mendapatkan proyek pengadaan panel surya untuk BTS melalui Direktur Utama BAKTI Kominfo, Achmad Anang Latif.

Kejagung menyebut Anang Latif mengenal Yusrizki sejak 2018 ketika mengerjakan proyek BTS Universal Service Obligation (USO).

Proyek ini berbeda dari kasus BTS yang tengah Kejagung selidiki saat ini.

Ketika proyek BTS 4G sedang berjalan, Menteri Kominfo Johnny G Plate meminta ANang untuk bertemu dengan Yusrizki pada Februari 2021.

Johnny meminta Anang untuk membicarakan peluang bisnis yang bisa Yusrizki kerjakan dalam proyek pembangunan ribuan menara tersebut.

Dari perintah itu, Anang kemudian meminta Direktur PT Solitech Media Sinergy Irwan Hermawan untuk menindaklanjuti perintah itu.

Anang lantas bertemu dengan Yusrizki. Dia diduga mengetahui Yusrizki tengah menjajaki bisnis dengan tiga konsorsium yang menjadi pemenang proyek BTS 4G.

Sebelum menjadi tersangka, Yusrizki memang sudah muncul dalam proses penyidikan yang Kejagung lakukan terhadap para tersangka yang sudah mereka tetapkan lebih dulu.

Misalnya, Yusrizki pernah Kejagung periksa pada 1 Maret 2023 dalam rangka melengkapi berkas perkara para tersangka.

Dengan penetapan Yusrizki ini total sudah ada delapan orang tersangka kasus korupsi BAKTI Kominfo dengan rincian sebagai berikut:

1. AAL selaku Direktur Utama Bakti Kementerian Komunikasi dan Informatika

2. GMS selaku Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia

3. YS selaku Tenaga Ahli Human Development Universitas Indonesia Tahun 2020

4. MA selaku Account Director of Integrated Account Department PT Huawei Tech Investment

5. IH selaku Komisaris PT Solitech Media Sinergy

6. JGP selaku Menteri Komunikasi dan Informatika

7. WP selaku orang kepercayaan IH

8. MY selaku Direktur Utama PT Basis Utama Prima

Baca juga: Menunggu Nyanyian Johnny G Plate Terkait Kasus Korupsi BAKTI Kominfo

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU

Realme GT 6 Ada Versi Murahnya!