Jumat, 14 Juni 2024

Transaksi Harian Mobile Money Di Seluruh Dunia Mencapai Rekor Baru, Tembus $3,5 Miliar

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Transaksi harian mobile money atau dompet digital (e-wallet) di seluruh dunia mencapai nilai $3,5 miliar pada 2022, asosiasi industri GSMA mengungkapkan, dengan $1,3 triliun diproses oleh pemasok sepanjang tahun.

Dalam Laporan bertajuk “State of the Industry Report on Mobile Money 2023”, asosiasi industri menyoroti angka harian yang jauh melampaui $3 miliar yang diprediksi pada edisi 2022.

Angka tahunan sebesar $1,3 triliun mewakili peningkatan 22 persen tahun-ke-tahun dari angka yang dilaporkan untuk tahun 2021.

Di samping peningkatan total dan nilai transaksi harian, ada juga pertumbuhan pesat dalam jumlah akun terdaftar dan penggunaan layanan pembayaran tagihan..

Di seluruh dunia terdapat 1,6 miliar akun mobile money terdaftar yang dicatat pada 2022, meningkat 13 persen. GSMA mencatat bahwa industri memerlukan waktu 17 tahun sejak penerapan pertama untuk mencapai 800 juta pelanggan uang seluler pertama, dibandingkan dengan lima tahun untuk mencapai 800 juta kedua.

Baca Juga: Jangan Sampai Tertukar, Bedanya E-Money dan E-Wallet

Dalam hal penyedia, asosiasi industri melaporkan ada 315 penyebaran uang seluler langsung di seluruh dunia pada 2022.

Meski demikian, GSMA mencatat masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan dengan sekitar 1,4 miliar orang masih belum memiliki rekening bank.

Di seluruh pasar yang menawarkan layanan, terjadi peningkatan jumlah agen sebesar 41 persen, dengan bagian signifikan dari pertumbuhan tersebut di Nigeria di mana jumlah penyedia meningkat mengikuti perubahan peraturan.

Max Cuvellier, Head of GSMA Mobile for Development , mengatakan bahwa mobile money telah memberi jutaan orang yang tidak memiliki rekening bank dan kurang terlayani di negara berpenghasilan rendah dan menengah untuk mengakses layanan keuangan digital.

“Namun, bahkan dengan pertumbuhan yang signifikan ini, jalan masih panjang untuk membawa layanan tersebut ke lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia yang masih belum memiliki rekening bank”, ujar Max.

Sejalan dengan trend global, di Indonesia transaksi uang elektronik juga meningkat pesat. Bank Indonesia mencatat nilai transaksi uang elektronik (UE) tembus Rp34,1 triliun pada Maret 2023.

“Transaksi uang elektronik pada Maret 2023 tumbuh tinggi 11,39 persen (yoy) sehingga mencapai Rp34,1 triliun,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Selasa (18/4/2023).

Sementara, nilai transaksi digital banking meningkat 9,88 persen (yoy) menjadi Rp4.944,1 triliun. Nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit juga naik 0,45 persen (yoy) menjadi Rp707,1 triliun.

Ke depan, peningkatan transaksi ekonomi dan keuangan digital diprakirakan berlanjut sejalan kenaikan aktivitas masyarakat dan perluasan serta optimalisasi ekosistem pengguna, imbuh Perry.

Baca Juga: Kini Bertransaksi Antar Negara Lebih Mudah Karna Didukung Teknologi Digital Identity

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU