Sabtu, 18 Mei 2024
Selular.ID -

Eropa Larang Iklan ‘Ramah Lingkungan’ yang Menyesatkan

BACA JUGA

Selular.ID – Jargon produk elektronik ramah lingkungan kian meluas.

Perlahan, konsumen mulai memperhatikan dan memilih produk-produk ‘berkelanjutan’ dan lebih sedikit ‘merusak’ alam.

Menjawab semangat baru tersebut, kian banyak brand elektronik yang mulai mempromosikan produknya dengan label ‘ramah lingkungan’.

Namun sepertinya Eropa mulai menangkap sinyal ‘kepalsuan’.

Parlemen Eropa menyusun undang-undang baru dengan tujuan menghasilkan pelabelan produk yang lebih tepat di Eropa dan membatasi karakteristik produk yang menyesatkan, termasuk soal klaim ramah lingkungan, dan pembatasan yang dapat diperbaiki.

Baca Juga: Terbitnya UU PPSK Sektor Koperasi Dilatar Belakangi Dengan Penipuan Dan Gagal Bayar

Arahan tersebut akan menargetkan penggunaan klaim lingkungan yang tidak berdasar pada pengemasan dan iklan seperti “iklim netral” dan “ramah lingkungan” oleh produsen jika tidak didukung oleh bukti terperinci.

Rancangan undang-undang juga memperkirakan pelabelan yang jelas untuk biaya perbaikan produk dan potensi pembatasan perbaikan oleh produsen.

Industri tidak akan akan diuntungkan dari barang-barang konsumen yang rusak begitu masa garansi berakhir. Konsumen harus diberi informasi tentang opsi dan biaya perbaikan secara jelas.

Label produk akan memberi tahu konsumen barang mana yang dijamin tahan lama dan produsen yang barangnya lebih tahan lama akan mendapat untung. Hutan belantara klaim lingkungan palsu akan berakhir karena hanya klaim ekologis yang tersertifikasi dan terbukti yang akan diizinkan.
– Biljana Borzan, VC dari Aliansi Progresif Sosialis dan Demokrat di Parlemen Eropa

Tujuan dari arahan baru ini adalah untuk membantu konsumen melakukan pembelian dengan informasi yang lebih baik dan mendorong perusahaan untuk menawarkan produk yang terbukti lebih berkelanjutan.

Parlemen Eropa juga ingin melarang klaim yang menyesatkan seperti daya tahan baterai serta keusangan terencana dan fitur desain yang membatasi siklus hidup produk.

Undang-undang baru juga akan mengamanatkan interoperabilitas dengan aksesori pihak ketiga seperti pengisi daya dan suku cadang untuk bekerja dengan perangkat dan tidak membatasi fungsinya.

Dengan draf yang sudah disahkan, negosiasi antara Parlemen UE dan negara-negara anggota UE akan segera dimulai.

Baca Juga: UU PDP Harus Menjaga Keberlangsungan Pertumbuhan Fintech

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU