Perbankan Paling Terpengaruh Dampak Inovasi Digital

image

Jakarta, Selular.ID – Salah satu industri yang terkena dampak dari inovasi digital dan perubahan organisasi yang ekstensif adalah sektor keuangan. Seiring dengan bisnis pembayaran dan transaksi bank yang terus berevolusi dengan pesat di tengah-tengah inovasi digital.

Dengan kompetisi yang semakin sengit, dan pergeseran pilihan cara pembayaran yang kian menjadi tantangan industri perbankan, salah satu perusahaan konsultan manajemen global dan penasihat bisnis strategi  The Boston Consulting Group (BCG) dengan para Chief Information Officers (CIO) terkemuka di Indonesia mengadakan diskusi tentang manfaat teknologi.
 
“Akan ada gangguan (disruption) yang signifikan maupun kesempatan yang besar selama satu dekade kedepan di sektor pembayaran,” kata Edwin Utama, Partner and Managing Director BCG dalam keterangan resminya (13/11/15).

Di Indonesia terdapat permintaan yang tinggi untuk beragam produk dan layanan keuangan dari masyarakat kurang mampu dan yang belum memiliki rekening bank.

“Bank-bank juga perlu mengakui bahwa nilai sektor pembayaran akan semakin cepat terwujud dengan memperdalam hubungan dengan pelanggan, tidak hanya dengan meningkatkan pendapatan secara langsung, “tambah Edwin Utama. 

Aplikasi mobile memberikan kesempatan yang unik kepada bank untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang semakin berkembang, baik untuk menambah maupun meningkatkan frekuensi interaksi yang pada akhirnya akan memperkuat hubungan dengan para pelanggan.

Konsumen terus ingin memiliki peningkatan terhadap kendali yang mereka miliki saat melakukan transaksi perbankan serta peningkatan terhadap visibilitas keuangan mereka. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, bank dapat menawarkan fitur ponsel canggih, seperti kemampuan untuk menolak atau melaporkan transaksi yang dicurigai sebagai penipuan, menerima pemberitahuan yang sesuai dengan keinginan mereka masing-masing.

Bank-bank juga memiliki akses terhadap data baru yang berharga seperti informasi location-based context-aware yang dihasilkan dari penggunaan mobile-wallet dan aplikasi mobile yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi penipuan dan memberikan program-program loyalitas yang bersifat lebih personal.

Data-data tersebut dapat menjadi informasi yang sangat berguna, namun bank-bank perlu lebih berhati-hati untuk tidak melewati privasi dari setiap pelanggannya. BCG memperkirakan bahwa dua per tiga dari potensi nilai total big data berada dalam resiko apabila para stakeholders gagal untuk membangun batasan yang tepat dan dipatuhi oleh semua pihak.

 “Dengan begitu banyak perubahan di dalam industri, satu hal yang tidak berubah adalah bahwa sektor pembayaran dan bisnis transaksi perbankan tetap menjadi sumber penting dari pendapatan yang dapat diandalkan serta menjadi pengikat dari hubungan dengan pelanggan dan loyalitas,”  pungkas Edwin.