Ilustrasi aplikasi Skye Mobile Money
Ilustrasi aplikasi Skye Mobile Money
Ilustrasi aplikasi Skye Mobile Money

Jakarta, Selular.ID – Bank Indonesia (BI) terus mendorong terbentuknya masyarakat yang bertransaksi tanpa uang tunai (less-cash society). Di tahun 2014 lalu, volume transaksi menggunakan e-money sudah mencapai angka Rp 203 Triliun, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp137 triliun. Agar penggunaan semakin meluas, BI bahkan membuat kebijakan yang memperbolehkan lembaga non bank untuk membuat layanan.

Per Januari 2015, sudah ada 20 perusahaan yang telah memperoleh ijin penyelenggaraan uang elektronik. Selain diisi oleh nama besar dari industri perbankan dan telekomunikasi, ada juga perusahaan rintisan (start-up) yang ikut mencoba peruntungan di sektor ini. Salah satunya adalah Skye Mobile Money.

Skye Mobile Money adalah layanan uang digital yang dirintis oleh praktisi telekomunikasi Kendro Hendra dan timnya di PT Skye Sab Indonesia. Mereka telah beroperasi sejak tahun 2008 menggunakan kartu dengan merek Skye Card. Kemudian pada 2012 masuk ke aplikasi mobile dengan nama Skye Mobile Money dengan pengguna sekitar 125 ribu.
“Tahun ini ada perubahan besar di aplikasi baik front end dan back end sebelumnya seperti aplikasi mobile banking. Kini kami mengoptimalisasi mengikuti fitur default masing-masing platform seperti di Android dan iOS,” ujar Gunarto Darsan, Head Of Business Development at PT Skye Sab Indonesia kepada Selular.ID.

Sejauh ini, Gunarto menambahkan, pertumbuhan pengguna Skye berasal dari Play Store, komunitas dan viral dari user existing. Selain itu, dari sisi merchant juga diklaim berkembang pesat. Terhubung dengan merchant online delivery order yang bisa pesan makanan di lebih dari 200 restoran. Kemudian juga akan terhubung juga dengan biller-biller layanan publik.

Untuk bersaing dan tetap eksis, Gunarto menjelaskan bahwa pihaknya memiliki tiga strategi utama yang dijalankan. “Pertama, fokus bekerjasama dengan komunitas melalui sistem white label atau co-branding. Kedua, mengembangkan sistem web payment yang memudahkan integrasi dengan merchant online. Ketiga, giat membuat promo dengan merchant yang memberikan discount rate besar,” ungkapnya.

Berkaitan dengan co-branding tersebut, saat ini Skye telah menjalin kemitraan dengan sejumlah institusi untuk penyelenggaraan mobile money seperti UMN (Universitas Multimedia Nusantara) dengan nama Umoney; kampus BINUS dengan nama Beat (Binus Eazy Transaction), Rumah Zakat dengan nama JAMAL (belanja dan beramal) dan akan bergabung beberapa komunitas lainnya.