Sabtu, 18 Mei 2024
Selular.ID -

Penjualan e-SBN Tembus 786%, Bos Investree Optimis Penjualanya Laris Manis di 2023

BACA JUGA

Selular.ID – Investree merupakan perusahaan fintech lending yang mendapatkan Izin Usaha Perusahaan Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dari Otoritas Jasa Keuangan.

Perusahaan pinjaman online alias pinjol, optimis dapat mempertahankan penjualan produk Surat Berharga Negara (SBN) ritel pada 2023. seiring dengan pencapaian yang pernah menembus angka 786 persen dari target yang telah ditetapkan perusahaan pada tahun lalu.

Tahun ini, perusahaan investasi kembali memasarkan produk Surat Berharga Negara Elektronik (e-SBN) Savings Bond Ritel seri SBR012-T2 dan SBR012-T4: “Pilihan Berharga untuk Tetap Bahagia” dengan masa penawaran 19 Januari sampai 9 Februari 2023.

Baca juga: Investree Dorong Industri Kreatif Agar UMKM Terus Tumbuh

BR012 terdiri dari 2 seri, yakni SBR012-T2 dan SBR012-T4, yang membedakan ialah nilai maksimal pemesanan, tingkat kupon, dan tenor. Seri yang berbeda ini dihadirkan sebagai alternatif tambahan bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi portofolio investasi.

Adrian Gunadi selaku Co-Founder & CEO Investree mengatakan penjualan SBN ritel pada 2023 akan diawali dengan SBR012-T2 dan SBR012-T4. Investor dapat memilih sesuai dengan preferensi dan melakukan diversifikasi portofolio investasi.

Secara detail, SBR012-T2 memberikan tingkat imbal hasil 6,15 persen p.a. dengan tenor jatuh tempo 2 tahun, dan maksimal pemesanan Rp5 miliar. Sedangkan untuk SBR012-T4 memberikan tingkat imbal hasil 6,35 persen p.a. dan tenor jatuh tempo 4 tahun, serta maksimal pemesanan Rp10 miliar.

Investor dapat mulai membeli SBR012-T2 dan SBR012-T4 terhitung mulai hari ini, yakni 19 Januari – 9 Februari 2023 di laman resmi sbn.investree.id atau aplikasi Investree for Lender.

“Tingkat imbalan SBR012-T2 dan SBR012-T4 bersifat minimal mengambang dan dapat dilakukan pelunasan sebelum jatuh tempo [early redemption],” Ujar Adrian

Adrian menambahkan Investree berkomitmen untuk terus mendukung program Kementerian Keuangan dalam memperluas edukasi dan meningkatkan inisiatif investasi SBN ritel sebagai instrumen aman, mudah, terjangkau, dan menguntungkan.

“Hasil penjualan SBR012-T2 dan SBR012-T4 akan digunakan untuk pemenuhan target pembiayaan APBN tahun 2022 beserta perubahannya,” Katanya.

Baca juga: Usai Miliki 18,4% Saham Amar Bank, Ini Rencana Investree Selanjutnya

Seri terakhir penjualan e-SBN periode November 2022, Investree mencatat Green Sukuk Tabungan seri ST009 mampu menembus angka penjualan sebesar Rp8,58 miliar.

Penjualan itu tembus 786 persen dari target Investree yang menargetkan penjualan Rp1,057 miliar yang diperoleh dari penjualan kepada 87 investor yang merupakan lender Investree dengan rentang usia 25 – 40 tahun.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU