Indonesia Masih Tertinggal Soal Migrasi Ke Siaran Digital, Kalah dari Vietnam

Set Top Box

Selular.ID – Indonesia adalah negara yang bisa dibilang tertinggal dari negara-negara di kawasan ASEAN dalam bermigrasi ke siaran televisi digital.

Berawal dari putusan dari dunia Internasional yang diberlakukan oleh ITU (International Telecommunication Union) tepatnya pada tahun 2006.

Yang mana ITU putuskan agar 119 negara-negara yang tergabung dalam anggota ITU mendorong penghentian siaran televisi analog sebelum tahun 2015.

Sementara di tingkat regional negara-negara ASEAN telah mendeklarasikan untuk menuntaskan penglihatan penghentian siaran analog di tahun 2020 di kawasan ASEAN.

Dan Indonesia termasuk negara yang tertinggal sebenarnya bersama dengan Timor Leste dalam pengimplementasian deklarasi ASEAN tentang penghentian siaran analog.

Baca juga : Resmi Mati! Bye-bye Siaran TV Analog

Negara ASEAN pertama yang melakukan pemberhentian siaran TV analog ialah dari Brunei yang telah telah menghentikan siaran analog pada tahun 2017.

Lalu Malaysia dan Singapura pada tahun 2019 serta Thailand dan Vietnam di tahun 2020.

Bahkan beberapa negara di kawasan Asia Afrika telah menghentikan siaran TV analog pada tahun 2014 yang lalu seperti Aljazair, Mauritius.

Dan di Indonesia sendiri telah memulai proses migrasi TV analog tahun 2007 dengan melibatkan berbagai pengangkutan di bidang penyiaran televisi uji coba siaran televisi digital.

Di Indonesia sudah dimulai pada tahun 2008 terus menyiapkan transisi migrasi TV analog tertinggi digital.

melalui penyiaran payung hukum pembangunan dan pengembangan infrastruktur penyiaran digital infrastruktur TV digital sudah mulai dibangun sejak akhir tahun 2012.

Dan pada saat ini pembangunan infrastruktur pendukung siaran digital telah selesai dilaksanakan sejak tahun 2020.

Pemerintah secara masif dalam melakukan sosialisasi migrasi TV analog ke TV digital dan sosialisasi penelitian siaran analog.

Berbagai diskusi publik terus dilakukan sosialisasi langsung ke masyarakat maupun melalui media penyiaran serta saluran lahirnya juga dilakukan melalui undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja dan regulasi lainnya.

Indonesia telah memiliki payung hukum untuk migrasi TV analog. pemberhentian siaran analog tersebut telah di mulai dari wilayah penyiaran yang mencakup 8 kabupaten kota pada bulan april tahun 2022 yang lalu.

Yaitu di wilayah Riau untuk kota Dumai kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan meranti dan di wilayah Nusa tenggara timur di kabupaten timur tengah Utara kabupaten Belu kabupaten Malaka dan wilayah Papua barat yaitu di kota Sorong dan kabupaten Sorong.

Untuk 35 kabupaten kota yang hanya dijangkau acara siaran TVRI telah dihentikan siaran analognya pada 5 Oktober 2022 dan dari 514 kabupaten kota di seluruh Indonesia terdapat 173 kabupaten kota yang belum terjangkau oleh siaran televisi analog.

Sehingga sebelum malam peresmian ASO pada tanggal 2 November kemarin, sebenarnya sudah ada 216 kabupaten kota di seluruh Indonesia yang tidak lagi menerima siaran TV analog dari uji coba dan pengertian di 126 kota kabupaten kota tersebut pemerintah telah melakukan evaluasi dan berbagai upaya perbaikan sehingga penggantian siaran analog bisa berjalan lebih baik lagi.

Baca juga : Cara Menggunakan STB Untuk Menangkap Siaran Digital