Pendapatan Anjlok Tajam, Bukti Xiaomi Tidak Sedang Baik-Baik Saja

Xiaomi Store Pendapatan Xiaomi

Selular.ID – Setelah beberapa tahun terakhir melesat tajam, kinerja vendor China Xiaomi kini menurun drastis. Vendor yang berbasis di Beijing itu, terpukul oleh pembatasan covid-19 (virus corona) yang meluas di Q2-2022.

Kebijakan drastis yang ditempuh pemerintah China, demi menghambat penyebaran pandemi,  berdampak pada anjloknya permintaan smartphone di pasar domestik.

Pada panggilan pendapatan (earning call) kuartal kedua tahun ini, Presiden Xiaomi Wang Xiang mengatakan  pandemi covid-19 yang sempat meluas kembali di China, menyebabkan terjadinya gangguan signifikan pada bisnis offline.

Selain pandemi, Wang juga menunjuk tantangan lain, termasuk meningkatnya inflasi global, fluktuasi valuta asing dan lingkungan politik yang kompleks.

“Dalam menghadapi tekanan yang meningkat di pasar domestik dan luar negeri, kami tetap fokus untuk menstabilkan bisnis inti dan meningkatkan skala global kami untuk mengurangi risiko di pasar tunggal mana pun”, ujar Wang.

Tercatat pendapatan Xiaomi dari divisi smartphone turun menjadi CNY42,3 juta, dibandingkan CNY59,1 juta ($8,6 juta) pada Q2 2021. Pengiriman juga turun dari 52,9 juta unit menjadi 39,1 juta.

Laba bersih turun 83,5 persen menjadi CNY1,4 miliar, dengan pendapatan keseluruhan turun digit, yaitu 20,1 persen menjadi CNY70,2 miliar

Penjualan IoT dan Gaya Hidup juga turun 4,3 persen menjadi CNY20,7 miliar dan layanan internet datar di CNY7 miliar. Sedangkan jumlah perangkat yang terhubung pada platform Artificial Intelligence of Things (AIoT) tumbuh 40 persen menjadi 527 juta.

Baca Juga: Agustusan, 4 Flagship Xiaomi Banting Harga

Beruntung bagi Xiaomi, menurunnya penjualan di pasar domestik, sedikit diimbangi oleh peningkatan di pasar luar negeri.

Tercatat, penjualan global menyumbang 48,4 persen dari total Xiaomi dibandingkan dengan 49,7 persen pasar domestik. Pengeluaran R&D sepanjang tahun ini diperkirakan akan meningkat 28,8 persen menjadi CNY17 miliar.

Meski kinerja secara keseluruhan menurun, Wang mengklaim pangsa pasar smartphone Xiaomi berada di posisi tiga besar dari 55 pasar (kawasan) dunia.

Melempemnya kinerja Xiaomi sejalan dengan pasar smartphone yang tengah memburuk. Penelitian Canalys menunjukkan pengiriman smartphone global di Q2-2022 turun 8,9 persen tahun-ke-tahun, sementara di China turun hingga 10 persen.

Canalys menyebutkan, permintaan mulai berkurang menyusul tantangan ekonomi dan ketidakpastian regional. Perang Rusia Ukraina yang terjadi sejak Februari lali, menambah ketidakpastian tersebut.

Baca Juga: Redmi Note 11 Duduki Posisi Buncit Top 10 Smartphone Terlaris April 2022

Samsung menempati posisi pertama dengan pangsa pasar 21% karena memperkuat pasokan seri A di kelas low-end. Apple berada di urutan kedua dengan pangsa 17% karena iPhone 13 tetap diminati.

Tiga vendor utama China masing-masing Xiaomi, Oppo dan Vivo melengkapi posisi lima besar. Namun ketiganya tengah berjuang di China, menderita penurunan dua digit dengan pangsa pasar masing-masing sebesar 14%, 10% dan 9%.

“Vendor terpaksa meninjau kembali taktik mereka di Q2 karena prospek pasar smartphone menjadi lebih berhati-hati,” kata Analis Riset Canalys Runar Bjørhovde.

Menurut Runar, hambatan ekonomi, permintaan yang lesu, dan tumpukan stok smartphone telah mengakibatkan vendor dengan cepat menilai kembali strategi portofolio mereka untuk sisa 2022.

Kelas menengah yang kelebihan pasokan adalah segmen terbuka bagi vendor untuk fokus menyesuaikan peluncuran baru, karena konsumen dengan anggaran terbatas mengalihkan perangkat mereka pembelian menuju ujung bawah.

Baca Juga: Pengiriman Smartphone Global Anjlok Menjadi 287 Juta Unit

Ditambahkan oleh Toby Zhu, Analis Canalys lainnya, turunnya permintaan menyebabkan kekhawatiran besar bagi seluruh rantai pasokan smartphone.

“Sementara pasokan komponen dan tekanan biaya mereda, beberapa kekhawatiran tetap ada dalam logistik dan produksi, seperti pengetatan undang-undang impor beberapa pasar negara berkembang dan prosedur bea cukai yang menunda pengiriman”, katanya.

Toby Zhu menilai dalam waktu dekat, vendor akan berupaya mempercepat aksi jual menggunakan promosi dan penawaran sebelum peluncuran baru selama musim liburan untuk mengurangi tekanan likuiditas saluran.

Namun berbeda dengan permintaan yang terpendam tahun lalu, pendapatan konsumen yang dapat dibelanjakan telah dipengaruhi oleh melonjaknya inflasi tahun ini.

Baca Juga: Dampak Kerasnya Persaingan dan Kurangnya Pasokan Chip, Pendapatan Xiaomi Meleset Dari Perkiraan

Alhasil kolaborasi mendalam dengan saluran untuk memantau keadaan inventaris dan pasokan akan sangat penting bagi vendor untuk mengidentifikasi peluang jangka pendek sambil mempertahankan kemitraan saluran yang sehat dalam jangka panjang, pungkas Toby.

Halaman berikutnya

Ambisi Xiaomi Menjadi Vendor Nomor Satu Dunia