Minat 5G Positif, Lalu Provider Apa yang Paling Dikenal?

provider 5G

Selular.ID – Di tengah maraknya perkembangan jaringan 5G di Indonesia, provider seluler 5jadi sosok penting untuk menarik minat masyarakat.

Karena, kalangan orang-orang yang sudah mengetahui tentang 5G, menilai koneksi internet yang cepat merupakan keunggulan dari jaringan sebelumnya.

Populix ungkap, ada 94% responden sebut faktor Kecepatan koneksi internet jadi pemicu minat terhadap 5G.

Ditambah dengan 43% responden sebut mengetahui kapasitas 5G yaitu karena kapasitas internet yang lebih besar.

Baca Juga: 92% Masyarakat di Indonesia Tertarik Menggunakan Jaringan 5G

Sedangkan dari prilaku pengguna operator seluler, ditemukan Populix, hampir 9 dari 10 orang yang disurvei memilih kartu prabayar dengan pengeluaran maksimal hingga Rp 200.000 per bulannya.

Sementara penggunaan pulsa ada diangka 82% didominasi untuk penggunaan kuota internet, melakukan panggilan telepon (12%), dan SMS (6%).

Orang Indonesia juga semakin bergantung pada koneksi internet untuk berkomunikasi sehari-hari.

Baca Juga: Rekomendasi 8 Ponsel 5G Xiaomi periode Agustus 2022

Karena sebanyak 67% orang Indonesia terkoneksi dengan WiFi untuk mengakses internet, sementara 33% sisanya tersambung dengan kuota internet ponsel.

Sebagian besar mengakses internet selama 4-8 jam per hari dengan waktu paling banyak diakses adalah pukul 6 sore – 9 malam.

Jonathan Benhi, Co-Founder dan CTO Populix, menjelaskan, minat masyarakat terkait 5G tinggi harus mendorong operator selular dan perusahaan ponsel beri kualitas sesuai kebutuhan konsumen.

“Tingginya minat masyarakat ini mendorong operator seluler dan perusahaan ponsel untuk memberikan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat ke depannya,” ujar Jonathan.

Baca Juga: Populix: Untuk Masuk Ke Sistem Blockchain Jangan Langsung Mau Cuan!

provider

Selain itu, sebagai perusahaan telko pertama yang menggelar jaringan 5G, Telkomsel (81%) menjadi provider 5G yang paling dikenal di kalangan orang Indonesia.

Diikuti oleh XL Axiata (31%), Indosat Ooredoo Hutchison (30%), dan Smartfren (10%).

Selain pelayanan dan produk, diharapkan  sinergi dari pemerintah, penyedia layanan, hingga lembaga-lembaga masyarakat untuk melakukan sosialisasi seputar jaringan 5G.

Karena masih ada masyarakat tidak mau gunakan jaringan 5G, yang terdiri dar empat faktor dari hasil survei, diantaranya:

  • Karena akses internet yang masih terbatas (53%)
  • Biaya yang mahal (39%),
  • Belum familiar dengan teknologinya (36%),
  • Khawatir dengan radiasi yang berbahaya bagi kesehatan (17%).